Pengusaha Singapura Jajaki Peluang Investasi di Aceh Barat

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli MS, menerima audiensi dari perusahaan asal Singapura, Global Ports PTE LTD yang tertarik berinvestasi di Aceh Barat. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Aceh Barat, Kamis (9/9/2019).

Direktur Globalports PTE. LTD, Hendry Teh Kok Kheng dalam presentasinya menyampaikan, dalam kesempatan tersebut pihaknya ingin melihat peluang-peluang investasi, terutama yang dapat dijual ke pihak luar. Ia juga mengatakan, ingin mengkaji visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat khususnya dalam memajukan pariwisata.

Hendry Teh Kok Kheng menyebutkan, perusahaannya selama ini konsen atau berpengalaman dalam mengelola bandara dan pelabuhan di Asia dan Eropa.

“Kita mempunyai tim-tim yang mengelola bandara di Nice, Perancis dan pelabuhan di Sothampton, Inggris. Baru-baru ini kami menanamkan modal dalam bidang penglolaan bandara dan pelabuhan di Sabang, serta di Halmahera, Maluku Utara,” katanya.

Lebih lajut Hendry menyampaikan, perusahaannya juga bergerak di proyek listrik hemat dan pemanfaatan air sungai yang diolah menjadi air bersih yang bisa diminum. Menyangkut air bersih pihaknya siap bekerja sama dengan perusahaan air minum daerah.

“Sebaiknya kerja sama antara kami dengan Pemkab Aceh Barat dilakukan dengan pola partnership atau kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Keuntungan dibagi sama karena kalau untung sama sama rugi pun sama-sama,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Ramli MS didampingi Sekda, Adonis, MSi, mengungkapkan, Pemerintah Aceh Barat lebih tertarik menerima tawaran investasi di bidang hotel, listrik hemat, dan pengolahan air sungai menjadi air bersih.

Untuk itu, Ramli SM mengharapakan, investor Singapura tersebut dapat membangun proyek listrik hemat dan pengolahan air bersih di Aceh Barat, karena investasi tersebut merupakan kebutuhan masyarakat Aceh Barat.

“Meminta agar investor Singapura tersebut juga dapat membangun hotel yang langsung terhubung dengan mall seperti yang ada di kota besar lainnya di Indonesia. Karena Aceh Barat adalah kota singgahan dan yang maju di barat selatan Aceh. Apabila bersedia, dirinya akan menawarkan lokasi terminal Meulaboh untuk membangun hotel dan mall,” jelas Bupati.

Ramli MS menyampaikan, Pemkab Aceh Barat setuju tawaran dari investor Singapura terkait keuntungan investasi dibagi sama. Namun di dalam naskah perjanjian atau MoU, harus disebutkan bahwa keuntungan diberikan apabila kemajuan investasi telah berjalan 50% untuk mengantispasi keraguan dan demi manjamin keamanan.

“Apabila satu tahun setelah MoU tidak ada perkembangan, maka akan batal dengan sendirinya. Karena kita perlu aksi nyata di lapangan bukan cuma MoU saja,” ungkap Ramli.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK