Akhir Kisah Pengabdian PB Djarum untuk Bulu Tangkis Indonesia

PB Djarum "Dihajar" Dengan UU Perlindungan Anak

Doc: Djarum Foundation.

Telah berkiprah sejak 1969 sebagai kegiatan penyaluran hobi bagi karyawan rokok Djarum di Kudus, PB Djarum telah berjasa mengangkat harkat dan martabat bulu tangkis Indonesia. Memiliki dedikasi pembinaan usia dini, Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) telah melahirkan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang berkaliber internasional. Seperti Liem Swie King.

Petaka itu muncul sejak 2019, Yayasan Lentera Anak memberikan laporan atas dugaan esploitasi anak yang dilakukan melalui Audisi Beasiswa Djarum Badminton. “Kami menduga ada eksploitasi berkedok beasiswa,” ujar Chairperosn Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari, Rabu,(20/2/2019)

Lisda melanjutkan bahwa Yayasan Lentera Anak telah melakukan survei daring pada 7 November hingga 3 Desember 2018 dengan judul ‘Interpretasi tulisan Djarum pada kaos yang dikenakan anak’. Survei tersebut diikuti oleh 514 responden dari 29 provinsi, yang diikuti oleh anak dengan usia kurang dari 18 tahun hingga 25 tahun.

“Terdapat 60 persen lebih responden menginterpretasikan bahwa tulisan Djarum pada kaos yang dikenakan anak adalah brand image rokok Djarum,” tutur Lisda. “Sedangkan sisanya menginterpretasikan kompetisi badminton 31 persen, dan 1 persen menjawab alat jahit.

Audisi Beasiswa Djarum Badminton, sudah dilaksanakan sejak 2006, kata Lisda, sampai 2014 audisi itu hanya diadakan di satu kota yaitu Kudus untuk usia remaja. Pada 2015 mengalami perluasan menjadi 8 kota sampai 10 kota.

Dan, Lisda melanjutkan, pada 2017 audisi itu menetapkan penurunan usia menjadi lebih muda lagi. Pada 2016 sampai dengan 2018, Yayasan Lentera Anak memutuskan turun ke lapangan untuk memantau langsung audisi tersebut di beberapa kota.

“Di sana penuh dengan atribut, ada juga simulasi dengan teknologi. Hal yang agak mengkhawatirkan karena anak-anak mengharuskan menggunakan t-shirt yang bertuliskan Djarum ukuran besar dan badminton club kecil di bawahnya,” kata Lisda. “Dan ketika di bagian nomor, mereka diminta untuk menempelkannya di punggung tidak boleh menutupi logo, tubuh mereka dijadikan sebagai sarana promosi rokok.”

KPAI Sebut PB Djarum Ekspoitasi Anak Terselubung

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitty Hikmawatty menyatakan kegiatan audisi beasiswa bulutangkis Djarum Foundation di GOR KONI Bandung termasuk dalam bentuk eksploitasi anak secara terselubung.

Sitty Hikmawaty menyatakan kegiatan yang melibatkan anak-anak dan disponsori oleh industri rokok merupakan termasuk bentuk eksploitasi anak secara terselubung.

KPAI Memang pernah memanggil pihak Djarum Foundation terkait hal tersebut, namun menurutnya pengertian eksploitasi harus merujuk pada payung hukum yang ada di Indonesia.

“Pihak Djarum memang menolak dikatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk eksploitasi, tapi tentu saja patokan eksploitasi ini harus kembali merujuk pada undang-undang ataupun payung hukum yang ada di Indonesia, bukan atas persepsi pihak tertentu,” ujarnya.

Pihak KPAI, lebih lanjut sangat menyayangkan audisi tersebut.
Mereka meminta Djarum Foundation untuk segera menghentikan kegiatan audisi yang masih akan dilaksanakan di beberapa kota selain Bandung.

Bantahan Djarum

Menjawab Yayasan Lentera dan KPAI, Director Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan program Audisi Beasiswa Djarum Badminton tidak pernah mengeksploitasi anak.

“Kami tidak pernah, apalagi produk rokok atau promosi rokok. Yang ada adalah Djarum Badminton Club, coba lihat dengan seksama, Jangan berprasangka dan berimaginasi. Tidak ada eksploitasi anak kok,” kata Yoppy saat dihubungi Tempo melalui pesan WhatsApp, Kamis, 21 Februari 2019.

Lalu, Yoppy menegaskan bahwa audisi Djarum badminton selalu memfokuskan masalah badminton, dan tidak ada promosi rokok sedikitpun. “Coba simak dengan cermat, kami fokus pada masalah badminton, selalu Djarum Badminton Club,” tutur Yoppy.

Langgar UU Perlindungan Anak

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Komitmen Kementerian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak adalah dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Undang-Undang tersebut tegas menyatakan pelarangan pelibatan anak dalam penyalahgunaan alkohol dan zat adiktif,” kata Pribudiarta dalam jumpa pers di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Kamis.

Pasal 76I Undang-Undang berbunyi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak.

Sedangkan Pasal 76J Ayat (2) berbunyi setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya.

“Rokok merupakan zat adiktif yang termasuk dimaksud dalam peraturan tersebut,” jelasnya.

Pribudiarta mengatakan sanksi terhadap pelanggaran Pasal 76I diatur pada Pasal 88, yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta.

Sedangkan pelanggaran terhadap Pasal 76J Ayat (2) diancam dengan pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp20 juta dan paling banyak Rp200 juta.

Ketua KPAI Susanto mengatakan pihaknya mengundang kementerian/lembaga untuk membahas Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum untuk menyatukan pandangan bahwa terdapat eksploitasi anak dalam audisi tersebut.

“Soal pidana belum dibicarakan. Akan ada pembahasan tindak lanjut,” katanya.

Pertemuan yang menyepakati eksploitasi anak dalam Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum itu dihadiri KPAI serta perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

PB Djarum Hentikan Pembinaan Dini

Setelah dihajar oleh berbagai lembaga, akhirnya PB Djarum memilih mengalah. Mereka mengumumkan tidak akan melakukan lagi Audisi Umum Beasiswa Bulu tangkis, yang telah mereka lakukan belasan tahun.

PB Djarum membuat sebuah pengumuman mengejutkan lewat story Instagram resmi klub. Dalam unggahan story tersebut, PB Djarum mengumumkan jika tahun ini akan menjadi tahun terakhir digelarnya Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis.

Kepastian penghentian ajang tersebut sudah dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019).

“Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan,” ujar Yoppy.

Lebih lanjut Yoppy menjelaskan jika dirinya sudah mengusulkan dua opsi agar Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tetap berjalan.

KPAI Tidak Bermaksud Menghentikan Audisi

Menanggapi hal itu, Ketua KPAI Susanto mengatakan pihaknya tidak menghentikan audisi bulutangkis. Dia berpendapat pihaknya justru mendukung pengembangan bakat anak-anak Indonesia, di antaranya bulutangkis.

“KPAI tidak memberhentikan audisi bulu tangkis. Justru KPAI mendorong semua pihak agar men-support anak-anak Indonesia bisa mengembangkan bakat dan minat termasuk di bidang bulutangkis. Prestasi anak Indonesia tentu akan berdampak positif bagi bangsa dan negara,” kata Susanto kepada wartawan, Minggu (8/9/2019).

Susanto menjelaskan PB Djarum bukan berhadapan dengan KPAI. Menurutnya, terdapat regulasi yang tegas mengatur masalah tersebut dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dalam hal ini, Djarum Foundation bukan berhadapan dengan KPAI. Tapi berhadapan dengan regulasi yang berlaku. Baik UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak maupun PP No 109 Tahun 2012. PP tersebut telah melarang bahwa perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan dilarang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau,” jelas Susanto.

Tak Ada Pelanggaran

Menpora Imam Nahrawi menyayangkan rencana PB Djarum Kudus menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. Menurutnya tak ada yang salah pada audisi tersebut.

“Kenapa berhenti? Lanjutkan terus, jalan terus. Karena tidak ada yang salah kok,” kata Imam, Minggu (8/9/2019).

Menteri asal Bangkalan itu sekaligus mempertegas jika dalam kajian hukum kementeriannya tak menemukan adanya unsur eksploitasi tersebut. Maka, tak ada masalah jika audisi terus dilanjutkan.

“Kajian Biro Hukum Kemenpora tak ada itu istilah eksploitasi anak dalam audisi Djarum,” ujar dia.

Sumbangan PB Djarum untuk Bulu Tangkis Indonesia

Kehadiran PB Djarum, tidak bisa dipisahkan dengan bangkitnya prestasi olah raga bulu tangkis Indonesia. Selain telah berhasil melahirkan raja bulu tangkis dunia Liem Swie King, PB Djarum kemudian pernah gilang-gemilang ketika Indonesia merebut Piala Thomas pada 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu, dari delapan pemain, tujuh di antaranya berasal dari PB Djarum yaitu Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo. Satu pemain lagi adalah Icuk Sugiarto.

Nama-nama lainnya adalah Andre Kurniawan Tedjono, Andreas Adityawaran, Ari Yuli Wahyu Hartanto, Debby Susanto, Febby Angguni, Fran Kurniawan, Luluk Hadiyanto, Maria Elfira Christina, Maria Kristin Yulianti, Meiliana Jauhari, Mohammad Ahsan, Nugroho Andi Saputro, Purwati, Rian Sukmawan, Rintan Apriliana Sutanto, Rosaria Yusfin Pungkasari, Shendy Puspa Irawati, Sigit Budiarto, Sylvinna Kurniawan, Yonathan Suryatama Dasuki dan Yulianti.

Akankah keputusan PB Djarum untuk mundur dari Audisi Umum, tidak bisa dianulir lagi? Hanya waktu yang akan menjawab. []

Sumber: Tempo, Bolasport, antara, tribun, Kompas.com, detik, Wikipedia

KOMENTAR FACEBOOK