Dewan Abdya Diminta Bersatu Demi Kepentingan Rakyat

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Bupati Abdya, Akmal Ibrahim membacakan pidato sambutan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRK Abdya periode 2019-2024, Senin (9/9/2019).

Pengambilan sumpah jabatan tersebut hakikatnya merupakan investasi dan ikrar anggota DPRK yang berjuang untuk rakyat melalui tugas dan fungsi dewan.

“Sebagai anggota dewan, bapak, ibu memang berasal dari partai politik yang berbeda. Namun dalam konteks mengemban amanat rakyat, semuanya harus satu kesatuan berjuang untuk kepentingan orang banyak,” ungkap Akmal.

Sebutan sebagai wakil rakyat, sambung Akmal, hendaknya jangan hanya selogan saja. Sebutan itu mesti dipegang teguh agar tidak mengalami degradasi makna setelah anggota dewan terpilih duduk di lembaga legislatif ini. Sampai kapan pun, hubungan dengan rakyat harus diperkuat tanpa pernah membangun tembok birokrasi yang seolah tidak tersentuh. Hubungan itu bisa dibangun melalui jalur komunikasi langsung, melalui kinerja yang berintegritas, serta dengan menunjukkan kepedulian terhadap suara rakyat.

“Sebagaimana posisi lembaga eksekutif, bapak, ibu yang duduk di lembaga legislatif ini pada hakikatnya juga merupakan pelayan masyarakat. Agar mampu melayani rakyat dengan baik, maka kerja sama antarlembaga sesuai kewenangan masing-masing harus dapat diperkuat,” ujarnya.

Kerja sama itu, tambahnya, perlu dibangun melalui kemitraan yang setara, sebab sesuai ketentuan perundang-undangan, posisi anggota DPRK juga bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Karena itu anggota dewan harus dapat menjalankan kerja sama sesuai fungsi masing-masing. Kinerja yang baik dari anggota dewan tentunya akan berdampak pada kualitas pemerintahan yang dijalankan.

“Maka dari itu, jika ingin memuaskan hati rakyat, kualitas kerja bapak, ibu sebagai wakil rakyat mestinya diperkuat, sehingga mampu mendorong pemerintah daerah bergerak lebih cepat, bertindak efektif, dan bekerja akurat. Dengan demikian setiap gerak pembangunan yang dirancang, akan berjalan dengan baik serta mampu menghasilkan pencapaian yang terukur,” katanya.

Ia menyebutkan, sebagai wakil rakyat di legislatif, berbagai tugas penting sudah menanti anggota dewan terpilih, terutama dalam menuntaskan agenda reformasi, menegakkan supremasi hukum, mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, terlebih lagi menjalankan kebijakan otonomi khusus yang berlaku di daerah ini.

“Sebagai anggota legislatif, bapak, ibu diharapkan memiliki obligasi moral menuntaskan agenda ini. Jangan sampai justru kita yang memperlambat jalannya perubahan itu, sehingga kepercayaan rakyat kepada legislatif dan eksekutif menjadi luntur,” pintanya.

Kemudian, lanjutnya, berkaitan dengan kewenangan anggota dewan dalam penyusunan anggaran, pembahasannya harus dilakukan secara akurat, transparan, dan akuntabel.

“Kami juga berharap anggota dewan mendukung selesainya pembahasan APBK tepat waktu, sehingga program pembangunan dapat kita jalankan di awal tahun,” pesannya.

Terakhir ia menyebutkan, berkaitan dengan peran anggota dewan sebagai pengawas bagi jalannya pemerintahan, dirinya berharap agar dapat dijalankan dengan berpedoman kepada perundang-undangan yang berlaku. 

“Silakan lakukan pengawasan dengan ketat, dan suarakanlah dengan nyaring berdasarkan data akurat. Pemerintah daerah tentu sangat terbantu dengan pengawasan dari bapak, ibu sekalian, sehingga jika ada kebijakan yang salah, dapat diperbaiki, dan kebijakan yang benar akan dapat kita perkuat,” pungkas Akmal.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK