Menanti Aksi Wakil Rakyat Hasil Pileg 2019

Ikhwan Rahmatika Latif. (Ist)

Oleh Ikhwan Rahmatika Latif
Alumni*

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) telah bersama-sama kita lewati beberapa bulan yang lalu. Perhelatan pesta demokrasi tersebut telah bermunculan berbagai tipikal figur calon wakil rakyat yang ikut meramaikan kontestasi lima tahunan ini. Ada dari mereka yang berasal dari latar belakang pengusaha, petani, nelayan, guru/dosen, pensiunan ASN, pensiunan TNI/Polri dan ada pula dari eks kombatan GAM (khusus Aceh). Bahkan juga freshgraduate dan mahasiswa yang masih aktif pun ikut meramaikan untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan dari rakyat untuk bisa mengisi kursi-kursi parlemen di berbagai level legislatif.

Menjadi seorang wakil rakyat (legislator) merupakan hak bagi setiap warga negara, hal itu telah terkandung dalam ketentuan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999, yang dinyatakan bahwa: “Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Ketentuan dari pasal ini telah menunjukkan bahwa adanya jaminan hak politik secara yuridis bagi setiap warga negara Indonesia yang telah melekat dalam dirinya untuk melaksanakan hak memilihnya.

Dilantiknya Wakil Rakyat

Berbagai media nasional dan lokal telah beramai-ramai meliput prosesi pelantikan para wakil rakyat di berbagai daerah pemilihan kabupaten/kota di seluruh republik ini, tanpa terkecuali Aceh. Dalam acara prosesi pelantikan itu, semua wakil rakyat yang terpilih akan diambil sumpah dan janji secara bersama-sama dalam rapat paripurna pada masing-masing gedung Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten/kota. Dengan begitu selesainya prosesi pelantikan tersebut maka sah-lah para wakil rakyat terpilih itu menjadi anggota DPR Kabupaten/kota untuk masa pengabdian periode 2019-2014.

Para wakil rakyat yang baru dilantik ini secara otomatis telah memiliki beban tugas dan tanggungjawab kepada rakyat sebagai atasannya, yang mana wajib bagi mereka memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya dari tiap-tiap daerah pemilihan (dapil). Menyikapi hal ini, seperti contoh kecil yang terjadi di Langsa yang penulis kutip dari pemberitaan Media Serambi Indonesia pada tanggal 2 September 2019, di mana Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa menggelar aksi unjuk rasa damai di depan gedung DPRK Langsa untuk menuntut para wakil rakyat baru ini menepati semua janji kampanye kepada rakyat sebelum mereka terpilih dulu, yang mana unjuk rasa tersebut terjadi kiranya usai dari prosesi pelantikan para wakil rakyat itu.

Dalam hal ini poin yang penulis ingin sampaikan bahwa selayaknya eksekutif yang selalu diawasi oleh legislatif dan masyarakat yang dipimpin dalam kepemerintahannya, wakil rakyat atau anggota legislatif ini juga akan selalu dipantau dan diawasi gerak-geriknya oleh berbagai elemen rakyat yang diwakilinya sebagai representative politik dari masyararakat ketika menjalankan tupoksinya dalam masa periode yang telah diamanahkan kepadanya.

Fungsi, Tugas dan Wewenang

Berdasarkan konstitusi Republik Indonesia (UUD 1945) dan Pasal 22 UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, para wakil rakyat ini yang terhimpun dalam DPR RI/DPRA/DPRK memiliki kewajiban untuk menjalankan tiga fungsi: legislasi, anggaran dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut wajib dijalankan secara optimal dalam kerangka representasi kerakyatan untuk setiap periode lima tahunannya.

Dalam konteks Aceh, selain tiga fungsi tersebut, anggota dewan ini juga mempunyai tugas dan wewenang antara lain; membentuk qanun bersama–sama dengan pemerintah, kemudian membahas dan memberikan persetujuan rancangan qanun daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja yang diajukan oleh pemerintah dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan qanun daerah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah serta tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan (Pasal 23 UU No. 11/2006).

Lanjut dari pada itu, sebagai lembaga legislatif yang merupakan mitra kerja pemerintah daerah (eksekutif), para wakil rakyat diharapkan mampu dan mau menyerap, menghimpun dan juga meninjaklanjuti aspirasi dari masyarakat, sehingga menjadi rujukan dan landasan pemerintah dalam membuat kebijakan yang agar bisa senantiasa bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Begitulah harapan terhadap kinerja anggota wakil rakyat yang diidamkan oleh rakyat sebagai perwakilan mereka di daerahnya.

Menjadi Harapan Baru atau Tersangka Baru?

Setiap kali pesta demokrasi lima tahunan (pemilu) ini dilaksanakan, ada begitu banyak janji-janji dan mimpi-mimpi yang acap kali menjadi bahan jualan laris yang dilontarkan oleh para calon legislatif (caleg) ketika mereka berkampanye di tengah-tengah rakyat representatifnya. Berbagai persoalan dan aspirasi yang diserap langsung dari rakyat telah ditampung oleh kandidat pilihan rakyat yang menjadikan mereka selayak super hero-nya rakyat.

Di mana mereka-mereka inilah yang nantinya akan berdiri paling depan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat di dapil daerahnya melalui tiga fungsi sesuai amanah konstitusi negara dan undang-undang yang sudah penulis sebutkan diatas sebelumnya. Tentu hal demikian ini menjadi harapan kita sebagai rakyat yang telah mengamanahkan orang-orang pilihannya untuk menjadi perwakilan kita di parlemen sana. Ataupun harapan baru rakyat kepada sosok wajah baru yang terpilih yang mungkin karena kita kecewa dengan kandidat wajah lama yang pernah kita pilih di pemilu sebelumnya tidak sesuai harapan.

Namun dari semua hal itu, alangkah sayang dan kecewanya rakyat ketika orang-orang yang dipilih dan dipercayai menjadi perwakilannya di parlemen itu menjadi ingkar, tidak amanah dengan apa-apa yang telah dijanjikannya dahulu.

Tidak amanah menjalankan tugas,wewenang dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Bahkan akan sangat begitu murka apabila sang wakil rakyat yang kita amanahkan tersebut akan menghiasi pemberitaan-pemberitaan amoral di media serta menjadi deretan suksesor tersangka baru dalam perihal korupsi yang mana dari kesemua itu akan berakhir di dalam dekaman jeruji besi penjara, Na’uzubillahiminzalik!. Tentulah hal itu kita sama-sama berdoa dan mengharapkan agar tidak terjadi kepada para wakil rakyat yang kita amanahkan ini nantinya.

Buktikan dan Tunjukkan Karya

Tahun 2019 menuju 2024 bukanlah waktu yang panjang untuk mengubah kondisi keadaan bangsa. Apabila tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya maka kesia-siaanlah yang akan kita peroleh. Bil Keane, seorang Cartoonist Amerika pernah mengatakan bahwa “Yesterday’s the history, tomorrow’s the future and today’s a gift of God, dari ucapan tersebut menjadi renungan kita bersama agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik, karena waktu yang hari ini yang kita memiliki adalah hadiah dari Allah Swt agar kiranya dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk menebar kemanfaatan diri kita dan menciptakan sejarah gemilang bagi diri kita, nusa, bangsa dan agama kita dimasa yang akan datang.

Selanjutnya ada juga nasihat dari Imam Syafi’i yang begitu masyhur yakni “Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka” yang artinya waktu adalah ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu.”

Maka oleh sebab itu, para wakil rakyat yang sudah diamanahkan oleh rakyat untuk mewakilinya, bersegeralah untuk berkarya sesuai tupoksi dan wewenang yang telah diamanahkan. Buktikanlah wahai sang wakil rakyat , kalau anda memang layak mewakili rakyat, karena dengan kinerja yang baik dari seorang wakil rakyat tentunya akan berdampak pada kualitas pemerintahan yang dijalankan.

Memang wakil-wakil rakyat kita di parlemen berasal dari partai politik yang berbeda-beda, namun dalam konteks mengemban amanat rakyat untuk membangun Aceh semuanya harus bersatu padu pada satu kesatuan untuk berjuang demi kepentingan rakyat Aceh. Agar asa yang dinanti dapat memuaskan hati rakyat sehingga mampu mendorong eksekutif untuk dapat bergerak lebih cepat dan bertindak responsif serta efektif untuk kemaslahatan rakyat Aceh. Terakhir penulis mengucapkan selamat atas pelantikan untuk para wakil rakyat, semoga bekerja dengan amanah dan rakyat akan terus memantau Anda.

*)Kandidat Master pada Government Affairs and Administration di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

KOMENTAR FACEBOOK