Polres Abdya Ringkus Enam Pelaku Ilegal Logging

Jajaran Satreskrim Polres Abdya, bersama Polhut dan sejumlah elemen lainnya, usai melaksanakan tugas menangkap pelaku ilegal logging di Aceh Barat Daya. (Ist)

ACEHTREND.COM, Blangpidie-Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mengamankan enam orang yang diduga sebagai pelaku pembalakan liar di kawasan hutan Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten setempat, tepatnya di kilo meter 21 jalan menuju Terangon, Kabupaten Gayo Lues.

Selain pelaku, tim juga berhasil mengamankan barang bukti enam unit sinsaw bersama kayu olahan ilegal dan alat pengukur serta katrol, yaitu alat yang digunakan pelaku untuk menarik kayu dari hulu ke hilir.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi di Blangpidie, Minggu, Minggu (8/9/2019), mengatakan, enam pelaku pembalak liar tersebut diamankan polisi pada, Kamis (5/9/2019), sekira pukul 01.05 WIB dalam sebuah gubuk darurat di kawasan kilometer 21 Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

Adapun enam pelaku yang berhasil diamankan Sat Reskrim Abdya, yakni SOF, MI, MAS dan ABD masing-masing warga Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan. Sementara dua pelaku lagi MK dan SY tercatat sebagai warga Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya.

“Berdasarkan hasil introgasi awal yang dilakukan oleh tim penyidik Polres Abdya, bahwa ke enam orang itu mengaku perannya sebagai penebang pohon, sedangkan pembeli atau toke pemodalnya masih dalam pengusutan pihak kepolisian.

“Awalnya tim mendapat laporan dari masyarakat bahwasannya ada kegiatan perambahan hutan di kilometer 21 Desa Ie Mirah. Setelah informasi diperoleh tim memutuskan menuju ke lokasi untuk melakukan penggerebekan,” katanya.

Untuk menuju lokasi, tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Abdya bersama dengan polisi hutan (Polhut) harus berjalan kaki sepanjang dua kilometer dengan cara melawati medan yang sangat sulit.

“Alhamdulillah, walaupun medannya sangat sulit, namun tim berhasil mengamankan enam pelaku yang mana pada saat itu semua pelaku dalam posisi sedang tidur dalam gubuk yang dibangun di TKP,” ujarnya.

Zulfitriadi menyebutkan, setelah pelaku diamankan, kemudian, semua pelaku ilegal loging tersebut beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Abdya guna pengusutan lebih lanjut.

“Sebagian kayu jenis Simantok dan Meranti masih banyak di TKP dikarenakan waktu yang tidak mendukung dan medan sangat sulit sehingga belum bisa keseluruhan kita bawa ke Polres Abdya untuk diamankan,” pungkas Zulfitriadi.

Selain pihak Polres Abdya dan Polhut Aceh di jajaran Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) wilayah Blangpidie, operasi gabungan itu juga turut melibatkan dua lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan.[]

KOMENTAR FACEBOOK