94 Pasutri Ikuti Sidang Isbat Nikah di Aceh Singkil

ACEHTREND.COM, Singkil–Dinas Syariat Islam (DSI) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Syariat Islam, Mahkamah Syariah, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Aceh Singkil, dan Kantor Kementerian Agama, menggelar isbat nikah bagi 94 pasangan suami istri (pasturi) di Aula MPU Aceh Singkil, Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil, Rabu (12/9/2019).

Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Singkil, H Aslinuddin, S.Pd dalam keterangannya mengatakan, isbat nikah ini dimaksudkan mencatat kembali data atau identitas pasangan yang sudah menikah ke dalam dokumen negara. Setelah itu, kepada mereka langsung diberikan akta nikah.

“Sehingga warga yang telah menikah tapi belum punya akta nikah karena sesuatu hal, dalam kesempatan ini bisa langsung mendapatkan kartu nikah,” ujar H Aslinuddin, S.Pd.

Program isbat nikah tahun ini, tambah Aslinuddin, diikuti sebanyak 94 pasangan suami istri. Khususnya diperuntukkan bagi korban konflik dan masyarakat miskin.

Sementara itu Bupati Aceh Singkil yang diwakili Asisten II Setdakab Aceh Singkil Ir Muzni, saat membuka acara memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada pelaksana program. Dengan adanya program ini, kata Muzni, dapat membantu masyarakat memperoleh akta nikah.

“Isbat nikah ini sangat penting. Tujuannya agar warga yang belum memiliki akta nikah dapat memilikinya. Jika tidak ada akta nikah, maka akan berdampak pada berbagai persoalan hukum lainnya,” ucap Muzni.

Mengingat pentingnya akta nikah ini, Pemkab Aceh Singkil mengimbau agar pasangan yang telah menikah tapi belum memiliki akta nikah segera mengajukan permohonan ke Dinas Syariat Islam Aceh Singkil.

Pembukaan sidang isbat nikah, selain dihadiri 94 pasangan suami istri bersama dua orang saksi juga dihadiri Ketua Mahkamah Syariyah Aceh Singkil, Fauziah, Ketua MPU Aceh Singkil, Adlimsyah, Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni, perwakilan dari Dinas Syariat Islam Aceh dan kepala satuan kerja perangkat kabupaten.

Seusai pembukaan, sidang isbat pun dilaksanakan sebagaimana lazim sidang dengan menghadirkan hakim dan panitera dari Mahkamah Syari’ah lengkap dengan atribut, seperti toga, dasi, dan palu serta dilengkapi meja yang beralas kain berwarna hijau.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK