Forum Geuchik Simpang Keuramat Tolak Penanaman Sawit di Area Tangkapan Air

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Forum Geuchik Simpang Keuramat menolak penanaman kelapa sawit milik PT Satya Agung di area pembangunan waduk Alue Meuh dan aliran sungai di kawasan Gampong Meunasah Dayah SPK, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara.

Perihal penolakan tersebut, Forum Geuchik telah menyurati pihak PT Satya Agung yang ditandatangani oleh para geuchik se-Kecamatan Simpang Keuramat, serta Geuchik Alue Liem dan Blang Buloh di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. SUrat itu dikeluarkan pada 25 Juni 2018.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tgk Nazaruddin selaku anggota DPRK Aceh Utara asal Simpang Keuramat langsung ke lokasi tempat akan dilakukan penanaman kelapa sawit oleh PT Satya Agung.

“Jika perluasan sawit ini terus dilakukan tanpa memperhatikan wilayah bantaran sungai, para petani nantinya yang akan mengalami gagal panen akibat kekurangan air,” kata Nazaruddin kepada awak media, Rabu (11/9/2019).

Nazaruddin menambahkan, hal yang disepakati melalui forum geuchik tersebut wajib didukung dan diawasi. Ia mengatakan, sesuai dengan Keppres Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 tahun 2015 tentang Garis Sempadan Sungai dan Danau, bahwa jarak yang harus dijaga dan dilindungi di sempadan sungai atau alur itu mencapai 50-100 meter.

Sedangkan masyarakat setempat meminta agar dik awasan tersebut  ditanami tanaman lain seperti karet, karena dari dulu di area tersebut ditanami karet oleh PT Satya Agung. Dia menjelaskan, masyarakat sekitar bukan menolak keberadaan PT Satya Agung tapi hanya meminta jangan merusak sumber air di lokasi pembangunan waduk Alue Meuh dan sumber air sekitar.

“Jadi diharapkan seluruh pihak terutama di Simpang Keuramat untuk mengawasi agar tidak terjadi perusakan lingkungan di area PT Satya Agung,” ujarnya.

Nazaruddin meminta pihak PT Satya Agung untuk tidak menanam kelapa sawit di areal waduk dan sekitar sumber air lainnya. Namun pada dasarnya sudah ada izin dalam HGU-nya sekitar 10 hektare untuk pembangunan waduk Alue Meuh.

Masyarakat di wilayah Kecamatan Simpang Keuramat dan dua gampong di Kecamatan Blang Mangat, yakni Alue Liem dan Blang Buloh, sebagian besar mengandalkan dari hasil pertanian berupa padi. Luas areal pertanian di kawasan itu mencapai 896 ha yang menjadi sumber pendapatan utama bagi 6.660 jiwa penduduk.

Sementara itu, Camat Simpang Keuramat, Iskandar mengatakan pihaknya bersama Polsek sudah mendatangi PT Satya Agung untuk membicarakan perihal tersebut.

“Pihak PT Satya Agung berkomitmen tidak akan melakukan penanaman kelapa sawit sekitar tersebut,” kata Iskandar.

Sekjend Forum Geuchik Simpang Keuramat, Faisal Basri mengatakan pihaknya sepakat menolak penanaman kelapa sawit oleh PT Satya Agung di sekitar area waduk karena bisa mengakibatkan rusaknya sumber air yang ada dalam lokasi HGU, hal itu dengan tujuan demi masa depan lingkungan dan sumber air untuk pertanian.

Sedangkan Geuchik Meunasah Dayah SPK, Heri menegaskan jika pihak perusahaan tidak menggubris hal tersebut, pihaknya dari unsur forum geuchik akan turun ke lokasi.

“Jadi kami sangat meminta kepada pihak PT Satya Agung agar memenuhi perihal penolakan penanaman kelapa sawit di tangkapan air dan aliran sungai kawasan tersebut,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK