Uji Lab PT Mifa Sebut Ceceran Batu Bara di Aceh Barat Bukan Punya Lokal

Geuchik Gampong Peunaga Pasie Anwar Diwa menunjukkan limbah batu bara di pantai, Minggu, 1 September 2019. @aceHTrend/Sudirman Z

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Manajemen PT Mifa Bersaudara membalas surat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat terkait pencemaran batu bara di kawasan pantai di Gampong Peunaga Pasie dan Peunaga Rayek, Kecamatan Meureubo.

Dalam surat bernomor L-047/MIFA/KTT-MBO/IX/2019 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, pihak perusahaan menjelaskan bahwa PT Mifa Bersaudara telah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui karakteristik baru bara tersebut. Hasilnya menunjukkan bila batu bara yang tercecer di pantai tersebut bukan jenis batu bara lokal.

“Dari hasil uji laboratorium terhadap tiga sampel yang diambil pada tanggal 31 Agustus 2019 bersama masyarakat, didapatkan kerakteristik batu bara menunjukkan bukan dari batu bara lokal yang memiliki kalori GAR 3.200-3.400. Sementara hasil yang ditemukan rata-rata memiliki kalori di atasnya,” bunyi keterangan dalam poin II surat tersebut.

Selain itu, surat tersebut juga menjelaskan mengenai proses pembersihan batu bara yang tercecer di pantai yang selama ini dilakukan perusahaan. Dua perusahaan pertambangan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, PT Mifa Bersaudara dan PLTU 1-2 Nagan Raya, disebut telah melakukan beberapa penanganan terkait pencemaran batu bara.

Dijelaskan, sejak tanggal 29 Agustus 2019 PT. Mifa Bersaudara telah mulai membersihkan ceceran batu bara bersama panglima laot, aparatur desa, dan masyarakat setempat.

Setelah itu, pada 2 September 2019, PT Mifa bersama PLTU Nagan Raya melakukan kordinasi dan joint survei terkait kegiatan pembersihan ceceran batu bara di pantai kedua desa tersebut. Mereka juga disebut telah membentuk quick response tim untuk menangani bersama ceceran batu bara yang terdapat di wilayah operasional.

Terakhir, berdasarkan arahan dari DLH Aceh Barat, kedua perusahan tersebut telah sepakat akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan jika nanti kembali adanya ceceran batu bara yang berada di sekitar wilayah operasional.

Saat dikonfirmasi aceHTrend, pihak PT Mifa Bersaudara membenarkan bila surat yang ditandatangani Adi Risfandi tersebut dikeluarkan PT Mifa sebagai balasan surat yang dilayangkan DLH Aceh Barat kepada PT. Mifa terkait pencemaran batu bara tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK