Bara PNA Menuju Perang “Bharatayudha”

ACEHTREND.COM,Bireuen- DPP Partai Nasional Aceh (PNA) gerbong Samsul Bahri bin Amiren alias Yiyong, akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu-Minggu (14-15/9/2019) di Aula Gedung Ampon Chik Peusangan Universitas Al Muslim Bireuen.

Sejumlah pentolan PNA yang memilih oposisi terhadap Ketua Umum PNA irwandi Yusuf, yang sudah diberhentikan beberapa waktu lalu oleh Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Irwansyah bersama kompatriotnya Soenarko dan Miswar Fuady.

Miswar sendiri, Jumat (13/9/2019) kepada wartawan membenarkan bila PNA menggelar KLB di Bireuen, kampung kelahiran Irwandi.

Sementara itu, Muhammad MTA, selaku Stering Comite (SC) KLB PNA, mengatakan KLB merupakan keputusan dan perintah Majelis Tinggi Partai yang wajib dijalankan oleh DPP PNA. Majelis Tinggi Partai dalam putusannya didasari atas kepentingan penyelamatan partai akibat tindakan pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai.

“Terkait persoalan ini, Majelis Tinggi Partai telah berupaya untuk penyelesaian, dengan memerintahkan Darwati A Gani dan Muharram Idris untuk tidak bekerja mengatasnamakan jabatan Ketua Harian dan Sekjend PNA baik ke dalam maupun ke luar, dan menghargai kerja-kerja Majelis Tinggi yang sedang berupaya untuk menyelesaikan kisruh terkait ini secara baik, damai dan bermartabat,” ujar MTA.

Akan tetapi, tambah lelaki yang dikenal akrab dengan Irwandi Yusuf, Darwati A. Gani dan Muharram Idris tidak menyahutinya, bahkan mengeluarkan beberapa surat penting ke beberapa pihak mengatasnamakan Ketua Harian dan Sekjend.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wacana KLB PNA kian kencang didengungkan setelah Ketua Umum PNA di “pengasingan” Irwandi Yusuf memberhentikan Samsul Bahri bin Amiren dan Miswar Fuadi dari jabatan Ketua Harian dan Sekjen. Serta menempatkan istrinya yaitu Darwati sebagai Ketua Harian dan Muharram Idris sebagai Sekjen. Nama terakhir ini, pernah diberhentikan dari posisi yang sama dan dikeluarkan dari pendiri PNA beberapa tahun lalu oleh Irwandi dan timnya kala itu.

Ekses dari KLB yang digelar besok, Irwandi kembali memberhentikan dua Ketua DPP PNA yaitu Tarmizi (Wak Tar) dan Rizal Vahlevi Kirani. Akan tetapi keduanya tidak ambil pusing dengan surat pemberhentian tersebut.

Di akun Facebook, Tarmizi menulis tentang pemberhentian dirinya:

Luar biasa
Terima kasih Bg atas penghargaan dan kompensasi kerja yang kami lakukan selama ini.
Mohon maaf atas kekurangan semoga kita semua mendapatkan pembalasan yang setimpal dari Allah SWT.

Tapi surat ini terlambat, besok semua kita berkumpul dibireuen untuk menentukan masa depan 28 ribu kader PNA.
Semoga Allah memberikan yang terbaik dan memperlihatkan mana yang benar dan yang jahat kepada kita semua.

DPK PNA Aceh Utara Menolak Kongres

Sebanyak 26 orang baik sebagai ketua DPK dan kader PNA di Aceh Utara san Lhokseumawe menolak KLB yang digelar oleh DPP PNA gerbong Tiyong.

Mereka menyatakan KLB bertentangan dengan aturan yang berlaku. Mereka juga menuding bila penyelenggara KLB adalah musuh dalam selimut yang selama ini kadung mendapatkan tempat di hati Irwandi Yusuf. Bahkan mereka juga menuding bila KLB bukan sebagai upaya untuk membenahi partai, tapi sebagai upaya menyingkirkan Irwandi Yusuf dari PNA untuk selama-lamanya.

Para Ketua DPK PNA Aceh Utara dan Lhokseumawe, mereka menolak KLB PNA yang digerakkan oleh DPP PNA yang pro Samsul Bahri bin Amiren.

“Ini kudeta terhadap Irwandi Yusuf sebagai Ketua Umum PNA,” ucap Sofyan, salah seorang peserta deklrasi penolakan KLB.

Akankah Irwandi benar-benar akan terjungkal dari PNA? Ataukah penyelenggara KLB yang akan kehilangan muka di hari depan? “Perang Baratayudha gendangnya baru ditabuh. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” ujar Sofyan, yang pernah dipecat dari posisi Ketua Harian PNA Lhokseumawe, karena berbeda sikap dengan pengurus DPW Aceh Utara. Sofyan mengatakan, dia akan melawan pihak yang merongrong Irwandi Yusuf. []

Ralat: Berita ini sudah mengalami penyuntingan pada jabatan Sofyan yaitu pernah menjadi Ketua Harian PNA Kota Lhokseumawe. Juga penambahan info bila yang ikut menandatangani pernyataan menolak KLB sejumlah DPK Aceh Utara dan Lhokseumawe.

KOMENTAR FACEBOOK