Hasil Uji Lab PT Mifa Dinilai Sarat Kepentingan

Fuadri saat menunjau lokasi pantai yang tercemar batu bara.

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Anggota DPRA terpilih asal Aceh Barat, Fuadri, menanggapi hasil uji laboratorium yang dikeluarkan PT Mifa Bersaudara terkait batu bara yang telah mencemari pantai di beberapa desa di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Menurut Fuadri, kurang tepat bila hasil uji lab yang dilakukan PT Mifa menjadi acuan karena dinilai sarat kepentingan.

“Mereka kan sebagai perusahaan. Jadi kurang tepat rasanya kalau kita mengacu pada uji lab Mifa. Bukan persoalan bahwa hasil itu benar atau tidak. Tapi secara kepentingan tentunya perusahaan Mifa sendiri menginginkan bahwa batu bara yang mencemari pantai itu bukan milik mereka,” kata Fuadri, putra asli Meurebo itu, Jumat (13/9/2019).

Seharusnya kata Fuadri, ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk mengambil inisiatif melakukan uji lab yang bersifat independen sehingga tidak berpontensi diintervensi oleh pihak tertentu untuk kepentingan terselubung.

“Bisa saja di tes ke Unsyiah. Dan ini harus diprakarsai oleh pemerintah daerah untuk memastikan batu bara yang cemari lingkungan itu milik siapa. Karena jelas batu bara tersebut berdampak buruk dan merugikan masyarakat nelayan,” katanya.

Mantan wakil bupati Aceh Barat itu menambahkan, untuk menyikapi masalah itu pihak perusahaan harus lebih dewasa dan perusahaan lebih terbuka kepada masyarakat. Segala kepentingan tidak bersembunyi di balik masalah ini.

“Jujur saja, kalau memang pencemaran itu dilakukan oleh salah satu dari supplier atau rekanan perusahaan. Dua perusahaan harus berbesar hati. Mifa dan PLTU harus siap bertanggung jawab atas kejadian. Jangan melempar batu sembunyi tangan,” tegas Fuadri.

Langkah konkretnya kata Fuadri, ke depan kedua perusahaan itu harus melakukan upaya pencegahan sSupaya pencemaran ini tidak terjadi.

“Jangan sampai terjadi pencemaran kerena kerugian yang dirasakan masyarakat sangat jauh lebih besar dari pada kerugian mereka sendiri,” kata Fuadri.

Dampak yang ditimbulkan tak hanya membuat pemandangan pantai jadi kotor, tetapi juga berdampak pada rusaknya biota laut dan berpengaruh pada tangkapan ikan nelayan.

“Dengan adanya masalah ini mereka sebagai nelayan terus dirugikan. Jadi kepada siapa mereka harus mengadu,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen PT Mifa Bersaudara telah mengirimkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup, Aceh Barat terkait pencemaran batu bara di kawasan pantai di Gampong Peunaga Pasie dan Peunaga Rayek, Kecamatan Meureubo. Hasil uji laboratorium yang dilakukan PT Mifa Bersaudara menyatakan karakteristik baru bara yang tercecer di pantai tersebut bukan jenis batu bara lokal.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK