Anugerah Warga Kehormatan Petinggi Mifa Dinilai Tak Layak

Abusamah

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Forum Pemuda Meureubo Raya (FPMR) protes keras pemberian gelar anugerah warga kehormatan oleh mukim Aceh Barat kepada sejumlah petinggi PT Mifa Bersaudara baru-baru ini. Forum pemuda menilai itu tindakan salah kaprah dan meminta kebijakan tersebut segera dicabut.

“Contohnya yaitu pencemaran batu bara di pantai. Batu bara yang selalu naik berserak ke pantai apa mungkin kita beri penghargaan. Untuk itu, kami minta Forum Mukim Aceh Barat untuk mencabut gelar anugerah warga kehormatan itu. Tidak layak diberikan kepada mereka,” kata Koordinator FPMR, Abusamah Ahmad, melalui siaran pers, Senin (16/9/2019).

Abusamah menjelaskan, penolakan keras dilakukan pemuda berdasarkan hasil musyawarah lantaran banyak persoalan yang tidak mampu diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran. Khususnya di Kecamatan Meureubo, kata Abusamah, salah satu persoalan adalah pencemaran batu bara di dasar laut yang selalu naik berseraka di pantai jika ada gelombang laut tinggi.

Tak hanya itu, FPMR juga menyoroti realisasi program CSR yang dinilai kurang tepat sasaran yang tidak pernah dirasakan langsung masyarakat pesisir seperti nelayan dan pemuda setempat.

“Belum lagi kita bicara soal rekruitmen tenaga kerja putra daerah sebagai pekerja di perusahaan tambang hanya segelintir. Itupun sebatas satpam, driver (sopir), dan operator alat berat,” jelas Abusamah.

Realisasi program CSR perusahaan pertambangan itu selama ini dinilai hanya dirasakan segelintir orang. Jangankan mengubah taraf kemakmuran masyarakat ini malah dinilai sebaliknya, memberikan mudarat besar bagi masyarakat pesisir.

Abusamah meyakini, sangat wajar desakan FPMR untuk mencabut gelar anugerah warga kehormatan Aceh Barat yang diserahkan dalam acara Forum Silaturahmi Mukim kabupaten setempat, pada Rabu (6/3/2019) lalu.

“Gelar yang diberikan itu tidak pantas. Dan layak kepada mereka. Jika mereka benar-benar memikirkan daerah, tentu tidak akan sampai ada kejadian kasus pencemaran limbah batu bara di pantai, termasuk paparan debu batu bara ke permukiman warga,” tegas Abusamah.

Abusamah menjelaskan, pada Rabu (6/3/2019) lalu, Forum Mukim Kabupaten Aceh Barat melalui surat Nomor 005/013/2019 Tentang Penganugerahan Warga Kehormatan. Anugerah ini diberikan kepada Ir. Slamet Haryadi (Direktur Utama PT Mifa Bersaudara), Irsan S. Gading (Direktur Eksternal Relations PT Mifa Bersaudara), dan Ricky Nelson (Direktur Operasional PT Mifa Bersaudara), Adi Risfandi (General Manager Operation PT Mifa Bersaudara), Azizon Nurza (CSR, Eksternal Relations, & Corcom Manager PT Mifa Bersaudara), dan Tengku Kaddhafi (CSR & Eksternal Relations Sr. Superintendent PT Mifa Bersaudara).[]

Editor : Ihan Nurdin