Polisi Ciduk Pelaku Pencurian Tas Keluarga Pasien di IGD RSUZA

Tersangka di Mapolsek Kuta Alam @aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Personel Unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Alam menciduk WA (34), atas dugaan pelaku pencurian dompet salah satu korban yang sedang tertidur di depan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, Senin dini hari (9/9/2019).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono SIK mengatakan, WA yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu telah mencuri tas dompet warna cokelat yang berisikan uang tunai sebesar Rp3.667.000 dan satu lembar STNK sepeda motor di depan IGD RSUZA Banda Aceh.

“WA merupakan warga Desa Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara mencuri tas dompet milik Maghfirah warga Lam Leubok, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Korban pada saat kejadian sedang tertidur sambil merawat orang tuanya yang sedang sakit,” jelas Iptu Dhiza, Selasa (17/9/2019).

Dompet tersebut diletakkan Mghfirah di sampingnya ketika ia tidur, tapi saat bangun ia melihat dompetnya sudah tidak ada lagi. Setelah mengetahui tas dan barang berharga miliknya hilang, korban membuat laporan terhadap kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam guna proses lebih lanjut.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP.B /140 /IX/YAN.2.5 /SPKT tanggal 09 September 2019 tentang tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHPidana melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan CCTV Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Dengan adanya dokumentasi di depan Instalasi Gawat Darurat, personel berhasil mengidentifikasi wajah pelaku, dan selanjutnya melakukan pencarian terhadap pelaku. Kemudian Pelaku ditemukan oleh personel sedang tertidur di depan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh,” jelas Kapolsek.

“Saat kami melakukan penggeledahan terhadap pelaku, ternyata barang milik korban disembunyikan di pakaian dalam yang pelaku gunakan, kami meminta kepada pelaku untuk menyerahkan barang tersebut, karena pada saat kami lakukan penggeledahan, kami terkendala dengan personel Polwan yang tidak diikutsertakan saat itu,” ujar Dhiza.

Pelaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura sedang menunggu keluarganya yang sedang sakit di RSUZA, selanjutnya bergabung tidur dengan keluarga pasien lainnya di depan IGD. Saat korban sedang tertidur, pelaku melakukan aksi kejahatannya.

Ketika ditangkap WA sedang bersama kedua anaknya yang masih kecil, yang satu berusia 10 bulan dan satu lagi berumur 10 tahun. Selanjutnya polisi melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh untuk penitipan kedua anak tersebut. Sementara WA saat ini ditahan di Polsek Kuta Alam dan dipersangkakan melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun penjara.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK