Nota Keuangan RAPBA 2020 Bertambah 1,01 Persen dari 2019

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Usulan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) tahun anggaran 2020 sedikit meningkat dari tahun 2019, dari Rp17,1 triliun menjadi Rp17,2 triliun atau sekitar 1,01 persen. Angka ini telah disepakati bersama dalam nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBA 2020 beberapa waktu lalu.

“Penyampaian Rancangan APBA tahun anggaran 2020 pada hari ini, merupakan tindak lanjut dari KUA-PPAS yang telah kita sepakati bersama antara eksekutif dan legislatif pada 10 September 2019 lalu,” kata Sekda Aceh dr Taqwallah mewakili Plt Gubernur Aceh, saat menyampaikan nota keuangan dalam sidang paripurna DPRA, Kamis (19/9/2019).

Pihaknya yakin dan percaya dengan penyampaian tersebut, RAPBA 2020 telah lebih aspiratif dan rasional, sehingga tuntutan kebutuhan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan dengan menetapkan pencapaian tujuan pembangunan Aceh. Ada enam prioritas pembangunan Aceh yang telah diselaraskan dengan 15 program unggulan Gubernur Aceh sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2020.

Keenam Prioritas RKPA Tahun 2020, yaitu hilirisasi komoditas dan peningkatan daya saing
produk atau jasa unggulan, pembangunan infrastruktur terintegrasi, peningkatan kualitas lingkungan dan penurunan risiko bencana, pembangunan sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian, dan penguatan penerapan dinul Islam dan budaya Aceh.

Secara garis besar, lanjutnya, hasil pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2019 yang telah dapat direalisasikan pada posisi sampai dengan 10 September 2019 yaitu anggaran pendapatan, dari rencana semula sebesar Rp15,5 triliun lebih, telah terealisasi sebesar Rp7,1 triliun lebih atau 46,22 persen. Sedangkan anggaran belanja dari rencana sebesar Rp17,1 triliun lebih, realisasinya telah mencapai Rp5,8 triliun lebih atau 34,06 persen.

“Arah dan kebijakan pendapatan Aceh pada tahun 2020 adalah menaikkan target penerimaan dari semua sumber pendapatan Aceh secara optimal dengan prediksi yang logis berdasarkan analisis terhadap beberapa asumsi yang memengaruhi,” kata Taqwallah.

Ia menambahkan, apabila dilihat dari struktur penerimaan Aceh, kontribusi Pendapatan Asli Aceh (PAA) masih sangat kecil, yaitu 17 persen dibanding dengan lain-lain pendapatan Aceh yang sah sebesar 57 persen dari total penerimaan Aceh.

“Besarnya kontribusi lain-lain pendapatan Aceh yang sah dalam total penerimaan Aceh disebabkan oleh transfer dana otonomi khusus sebesar dua persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) nasional sejak tahun 2008,” katanya.

Direncanakan, lanjut Taqwallah, alokasi anggaran Pendapatan Asli Aceh Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp2,6 triliun lebih, mengalami peningkatan sebesar 5,4 persen dari tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp2,4 triliun lebih, selanjutnya pagu alokasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp3,9 triliun lebih, terjadi penurunan sebesar 4,7 persen dari tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp4,1 triliun lebih. Sementara lain-lain pendapatan Aceh yang sah, alokasi penerimaan tahun 2019 sebesar Rp8,8 triliun lebih, dan pada tahun anggaran 2020 menjadi sebesar Rp8,8 triliun lebih atau turun
sebesar 0,24 persen.

Taqwallah menyebutkan, secara keseluruhan anggaran pendapatan tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp15,4 triliun lebih, mengalami penurunan dibandingkan dengan APBA tahun anggaran 2019 yang ditetapkan sebesar Rp15,5 triliun lebih, sehingga Anggaran Pendapatan Tahun Anggaran 2020 turun sebesar 0,43 persen dari pagu pendapatan APBA tahun 2019.

“Anggaran belanja Aceh dalam RAPBA tahun 2020 difokuskan untuk penyelenggaraan urusan wajib dan
urusan pilihan dengan memperhatikan skala prioritas berdasarkan 6 prioritas RKPA tahun 2020 yang telah diselaraskan dengan 15 program unggulan gubernur Aceh,” ujarnya.

Untuk pendidikan dan kesehatan tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah dengan alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari total APBA tahun 2020 dan alokasi untuk urusan kesehatan sebesar 10 persen dari total APBA 2020, sehingga alokasi anggaran belanja Aceh tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp17,2 triliun lebih atau mengalami peningkatan sebesar 1,01 persen dari tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp17,1 triliun lebih.

“Diharapankan pembahasan RAPBA ini dapat kita selesaikan sesuai jadwal yang telah disepakati. Dengan begitu keseluruhan program atau kegiatan dan anggaran yang ditetapkan bersama dalam APBA tahun anggaran 2020 dapat secepatnya ditindaklanjuti pelaksanaannya oleh SKPA guna memenuhi berbagai tuntutan kebutuhan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara optimal,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK