Dinsos Lhokseumawe Serahkan Anak Korban Eksploitasi Orang Tua ke Walinya

Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil mengingatkan suami istri yang melakukan penganiayaan terhadap anaknya di Mapolres Lhokseumawe, Jumat, 20 Sept 2019. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe sudah resmi menetapkan pasangan suami istri UG (34) dan MI (35) sebagai tersangka terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga dan penganiayaan terhadap anak.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang, kedua tersangka menyuruh anaknya mengemis dan harus menyetor uang setiap hari kepada mereka. Jika tidak memenuhi target Rp100 ribu per hati, maka korban MS (9) akan mendapat kekerasan fisik. Bila tidak mengumpulkan uang sebanyak itu MS tidak berani pulang ke rumah karena ia akan dipukul dengan palu, gelas, rantai motor, bahkan kaki dan tangannya diikat dengan rantai.

Indra menambahkan, petugas sudah melakukan visum kepada korban. Hasilnya terdapat luka bekas pukulan benda tumpul dan sayatan benda tajam di sekujur tubuhnya. Selain itu, petugas juga menemukan luka lama dan luka baru di tubuhnya.


“Tersangka memukul karena korban tidak mau menuruti perintah ibu kandungnya untuk menjadi pengemis di sekitaran Kota Lhokseumawe. Akhirnya korban pun sudah mulai rajin mengemis,” katanya dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (20/9/2019).

Tim Polres Lhokseumawe sudah menyerahkan penanganan anak tersebut ke Dinas Sosial Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Ridwan Jalil, mengatakan dalam menangani kasus itu pihaknya memilih dua opsi. Pertama akan dilakukan pembinaa ndengan menyerahkan ke panti asuhan dan kedua diserahkan kepada wali si anak (keluarga ibu kandung) dengan pantauan langsung dari pihaknya.

“Kita sudah menjumpai wali anak itu, mereka meminta agar si anak itu untuk dibimbing kembali oleh mereka,” kata Ridwan Jalil dalan konferensi yang sama di Mapolres Lhokseumawe.

Hasil penelusuran Dinsos Lhokseumawe, MS tercatat sebagai murid di SDN Banda Sakti. Setelah dicek ke sekolahnya, anak tersebut diketahui tidak pernah masuk sekolah. Setelah berkoordinasi dengan wali anak tersebut, pihaknya akan memfasilitasi kembali anak tersebut agar bisa bersekolah di sekolah lain.

Ridwan menjelaskan sebelumnya pihaknya sudah melakukan penertiban terhadap anak-anak yang mengemis di Kota Lhokseumawe dan hasilnya ada delapan anak-anak terjaring razia. Dari hasil informasi ditemukan anak-anak tersebut dipaksa oleh orang tuanya untuk mengemis, bukan karena niat mereka sendiri.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T. Herlambang menambahkan, pihaknya bersama dengan dinas terkait tetap komitmen untuk melakukan penindakan dengan tegas terhadap kejahatan terhadap anak di Kota Lhokseumawe.

“Kami pun sangat berharap partisipasi masyarakat jika ditemukan terkait kasus tersebut agar dapat langsung melaporkan kepada babinsa, kepolisian, dan dinas terkait karena pasti akan dilakukan penindakan dengan setegas-tegasnya,” tegas Indra.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK