Ini yang Membedakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan PT Lain

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muchlis, MS MA menyebutkan, pada dasarnya perguruan tinggi memiliki kesamaan tugas dalam tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Namun di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tridarma perguruan tinggi itu selain bertumpu pada tiga tugas tersebut juga ditambah dengan Islam dan kemuhammadiyahan, yaitu kemampuan mahasiswa dalam bidang agama.

Hal itu disampaikan Muchlis MS, saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan masa taaruf (Masta) mahasiswa baru STIT Muhammadiyah Abdya yang berlangsung di Aula STKIP, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Sabtu (21/9/2019).


“Pada dasarnya perguruan tinggi itu sama, namun yang membedakan Peguruan Tinggi Muhammadiyah dengan yang lain tercantum dalam tridarmanya. Sebab di PTM kita ditambahkan Islam dan Muhammdiyah sebagai ciri khasnya,” jelas Muchlis.

Ia menambahkan, selain mengemban tugas yang berfungsi di bidang akademis, PTM juga sebagai alat bagi Muhammadiyah dalam melakukan dakwah amar ma’ruf atau lebih dikenal sebagai institusi dakwah bagi masyarakat mahasiswa.

“Artinya, sebagai institusi dakwah, mahasiswa PTM harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Muchlis menyebutkan, sebentar lagi mahasiswa baru yang mengikuti masta tersebut akan menjadi seseorang yang berstatus mahasiswa. Tentunya, ada perbedaan yang sangat prinsipil antara siswa dan mahasiswa dalam berbagai hal, terutama terletak pada cara berpikir.

“Kalau di sekolah dulu, adik-adik sekalian lebih pasif. Kalian lebih banyak menerima dari guru. Tapi di perguruan tinggi tidak demikian adik-adik sekalian, karena dosen itu bukan satu-satunya sumber pengetahuan bagi adik-adik, tapi dosen itu lebih sebagai fasilitator saja, tapi kalianlah dituntut untuk aktif dan memiliki kesadaran serta semangat belajar tinggi,” sebutnya.

Selain itu, sambung Muchlis, tugas akademik mahasiswa lebih berat dibandingkan saat masih berada di sekolah. Jika di sekolah dulu siswa hanya sebagai penerima ilmu, namun di perguruan tinggi, mahasiswa adalah para pencari ilmu.

“Nantinya tugas diberikan kepada kalian bersifat tugas analisis, ada masalah, kemudian tugas kalian melakukan analisa masalah itu dan ditulis dalam bentuk makalah serta mampu mempertanggungjawabkan analisis tersebut. Maka hadir di perguruan itu tidak untuk main-main dan santai, sebab kalian dituntut harus selalu siap dalam hal apa pun,” jelas Muchlis.

Ia menyebutkan, perguruan tinggi itu bukan untuk mencetak pegawai negeri, dan bukan pula mencetak seseorang menjadi sukses, sebab sukses tidak sukses itu tergantung pada diri sendiri.

“Tapi saya pastikan kalau seluruh hal-hal yang menjadi ukuran di perguruan tinggi itu kita jalani dengan baik, saya pastikan kita akan sukses. Ingat, sekali lagi saya sampaikan kita di perguruan tinggi bukan menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pegawai negeri, tapi kita hanya ingin mengubah cara berpikir, dan perilaku mahasiswa agar menjadi lebih baik,” tutur Muchlis.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK