Maba STIT Muhammadiyah Abdya Ikuti Masa Taaruf Kampus

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ratusan mahasiswa baru (maba) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti Masa Taaruf (Masta) Tahun Akademik 2019-2020, Sabtu (21/9/2019).

Acara ini berlangsung di Aula STKIP Muhammadiyah Abdya di Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh. Ikut hadir Ketua STIT Muhammadiyah Abdya, Muchlis MS, MA, BPH STIT, Mismaruddin Mahdi, Pengurus Badan Harian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Abdya (IMM), ketua dan anggota Sema serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Rivaldi Hasnanda dalam sambutannya melaporkan, Masta yang dilakukan oleh Dema STIT Muhammadyah tersebut mengangkat tema “Terbangunnya Kesadaran Mahasiswa Dalam Menghidupkan Budaya Literasi Demi Terwujudnya Mahasiswa Kritis, Akademis Sesuai Fungsi Mahasiswa”.

“Acara Masta yang kita lakukan pada tahun ini mulai dari tanggal 21 hingga 23 September 2019. Dalam kegiatan ini Dema STIT Muhamamdiyah Abdya bekerja sama dengan IMM Kabupten Abdya,” jelas Rivaldi.

Ia menambahkan, kegiatan Masta yang dilakukan pihaknya tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus serta memberikan pengetahuan terkait akademik. Selain itu, katanya, peserta Masta juga dibekali terkait pengetahuan tentang kemahasiswaan serta pemahaman-pemahaman terkait fungsi dan triwulan perguruan tinggi.

“Kami berharap agar peserta Masta benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius hingga berakhirnya kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang sudah kita tetapkan,” harap Rivaldi.

Sementara itu, Ketua Dema STIT Muhammadiyah Abdya, Wahyu Andika dalam sambutannya menyebutkan, menjadi seorang mahasiswa itu adalah pilihan. Pilihan itu tentunya berdasarkan pada keinginan untuk melakukan perubahan bagi pendewasaan pribadi seorang mahasiswa.

Selain itu, katanya, mahasiswa baru yang nantinya akan aktif kuliah di perguruan tinggi juga merupakan orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dan kesempatan untuk belajar. Sebab, masih banyak generasi bangsa ini yang tidak memiliki kesempatan untuk masuk dalam dunia kampus dikarenakan faktor ekonomi keluarga.

“Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, sebab kesempatan yang teman-teman miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain,” ujarnya.

Dewasa ini, tambah Wahyu, perkembangan zaman semakin berubah, begitu juga halnya dengan dunia mahasiswa. Faktanya, hampir di semua perguruan tinggi baik swasta maupun negeri, fungsi mahasiswa  terkadang sudah diabaikan oleh mahasiswa itu sendiri.

“Maka kami mengajak kepada kawan-kawan semua agar terus menjadi mahasiswa yang senantiasa menghidupkan budaya literasi serta menjadi mahasiswa kritis, akademis dan memiliki tipikal loyalis terhadap kondisi masyarakat. Sebab fungsi kita sebagai mahasiswa harus benar-benar kita implementasikan sepenuhnya untuk kepentingan umat,” ajak Wahyu.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK