Yuk, Selamatkan Bumi Melalui Gerakan Jeda untuk Iklim Aceh

Ilustrasi @jeda.id

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Gerakan Jeda untuk Iklim Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh agar lebih peduli terhadap berbagai isu krisis global serta ikut terlibat dalam aksi merawat bumi. Jeda Iklim Aceh merupakan gerakan muda Aceh yang berkolaborasi membangun aksi bersama menyuarakan darurat iklim melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan pada Sabtu-Minggu (21-22/09/2019).

Kampanye ini diinisiasi oleh beberapa anak muda dengan tema Hidup Sehat Lingkungan Terawat dengan tujuan mengajak banyak pihak di Aceh khususnya agar menjadi bagian aktif dan bersinergi untuk turut ikut melakukan kegiatan merawat bumi.

Menjaga keberlanjutan lingkungan yang sehat mulai dari diri sendiri dan dengan aktivitas kecil, agar kompleksitas darurat iklim dan energi kotor di bumi dapat segera diganti dengan energi sehat tanpa kecacatan lingkungan.

Razikin Akbar, salah satu pemuda yang peduli terhadap lingkungan mengatakan bahwa perubahan iklim tidak bisa dianggap hanya sebuah fenomena alam karena setiap detik perubahannya ada kontribusi manusia di sana.

“untuk itu mari kita sebagai makhluk bumi yang berakal bertanggung jawab untuk menjaga bumi dengan cara sederhana mulai dari diri sendiri, berperilaku tidak membebani bumi dengan sampah yang kita hasilkan dan sebagainya,” kata Razikin Akbar, dalam rilis yang diterima acehTrend, Jumat (20/09/2019).

Hal serupa juga disuarakan Presidium Balai Syura Norma Manalu, menurutnya manusia sangat bergantung pada alam, bukan alam yang bergantung pada manusia. Jadi pola pikir ini semua memang perlu diubah, baik dari pemerintah, pihak swasta, dan juga masyarakat biasa.

“Jadi aksi-aksi menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan perlu terus dilakukan karena butuh waktu panjang bagi bumi untuk memulihkan apa yang sudah rusak,” ujarnya.

Gerakan Jeda Iklim 2019 yang dilakukan di Aceh diselenggarakan melalui kegiatan kampanye Jaga Lingkungan di media televisi, radio, dan media sosial, diskusi publik, dan teatrikal bumi sebagai ruang edukasi tentang keadilan iklim, workshop pengolahan sampah dengan tema sampahmu tanggung jawabmu, nonton bareng film bertema “BUMI” melalui layar tancap dan aksi bersih gampong (peugleh gampong).

Kegiatan ini terfokus pada dua lokasi, yaitu Gampong Nusa dan Lambaro Sebun di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Diikuti oleh 100 orang yang terdiri atas mahasiswa, siswa, remaja kampung, remaja mesjid, komunitas muda, dan CSO.

Rubama dari Gampong Nusa menyebutkan, planet kita yang semakin panas telah memakan jutaan korban. “Kalau kita tidak segera bertindak untuk menghasilkan transisi yang adil dan segera dari energi kotor menjadi 100% energi terbarukan untuk semua, maka ketidakadilan krisis iklim ini akan semakin parah,” kata Rubama.

Menurutnya, gerakan muda Aceh untuk menyuarakan pesan penting tentang bumi ini diharapkan memberi dampak luas kepada masyarakat. Aksi ini merupakan transfer pengetahuan terhadap situasi krisis iklim yang melanda bumi bagi masyarakat yang diharapkan menjadi aksi nyata untuk menjaga lingkungan karena internalisasi nilai dan kepedulian terhadap lingkungan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK