Fastana Bekali Santri Mitigasi Bencana

Para santri melakukan pre test sebelum acara dimulai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Fasilitator Tangguh Bencana (Fastana) Tsunami Disaster and Mitigation Research Center (TDMRC) memberi pembekalan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kepada 50 santri Dayah Daruzzahidin Banda Aceh, Sabtu (21/9/2019).

Materi yang disampaikan memadukan antara pesan-pesan mitigasi bencana dengan ayat-ayat Alquran, cerita para nabi, dan cerita para sahabat. Hal ini dinilai sangat penting mengingat dayah tersebut rentan terkena dampak gempa bumi.

“Pendidikan kebencanaan bernilai islami merupakan konsep yang dikembangkan oleh para fasilitator Fastana-TDMRC yang dikenal dengan sebutan PECI atau Paket Edukasi Bencana yang Islami,” kata pelaksana program Fastana, Alamar, melalui siaran pers, Sabtu (21/9/2019).

Fastana di bawah binaan TDMRC merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang mitigasi bencana seperti sosialisasi kebencanaan, simulasi bencana, membina sekolah tangguh bencana, dan sebagainya. Perannya bertujuan untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan kebencanaan berlandaskan sains, agama, dan budaya untuk menciptakan masyarakat tangguh bencana.

“Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi para santri bagaimana sikap yang harus dilakukan ketika terjadi bencana gempa dan tsunami,” kata Alamar.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para santri tentang betapa pentingnya kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana gempa dan tsunami.

Para santri diberikan pre-test pada saat sebelum diberikannya materi edukasi dan post-test setelah diberikannya materi edukasi. Pre-test tersebut terdiri atas 10 soal yang berisi tentang pengetahuan kebencanaan. Di mana nilai rata-rata pre-test adalah 6,4 dan post-test sebesar 8,16. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perkembangan pengetahuan para santri tentang edukasi bencana.

“Bencana adalah qadarullah yang tidak bisa dihindari. Namun kita sebagai manusia masih memiliki kesempatan untuk mengurangi risikonya. Langkah demi langkah, Fastana akan terus melakukan sosialisasinya dan membina sekolah siaga bencana dan dayah siaga bencana yang diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan mengurangi risiko bencana khususnya daerah Aceh,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK