APBA 2020 Disahkan, Fraksi PA Berikan Catatan

Rapat paripurna DPRA, Rabu (25/9/2019) mengesahkan RAPBA menjadi APBA 2020. Foto: Humas.

Banda Aceh – Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (Raqan APBA) 2020, disahkan menjadi APBA, Rabu (25/9/2019). Seluruh fraksi di lembaga perwakilan rakyat sepakat melalui sidang paripurna tersebut. Fraksi Partai Aceh memberikan sejumlah catatan. salah satunya harus ada program penguatan perdamaian Aceh.

Sekretaris DPR Aceh, Suhaimi, yang membacakan putusan dewan, mengatakan bahwa Rancangan Qanun Aceh tentang APBA tahun 2020 mengacu pada pagu SKPA dan pendapat Banggar DPRA. Pendapat Banggar dan pendapat akhir fraksi menjadi pedoman dan dasar bagi kemendagri dalam mengevaluasi Rancangan Qanun Aceh tentang APBA tahun anggaran 2020.

APBA Tahun Anggaran 2020 sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu keputusan itu adalah sebagai berikut; Pendapatan sebesar Rp.15.457. 220.461.974.00, Belanja Rp.17.279.528.340.753.00, dan Defisit Rp. 1.822.307.878.779.00.

“Perundangan terhadap Rancangan Qanun APBA Tahun Anggaran 2020 untuk ditetapkan menjadi Qanun Aceh akan dilakukan setelah penyesuaian dari hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri,” kata Suhaimi.

Sebelumnya Ketua Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Alfarlaki, mengatakan atas nama Partai Aceh, pihaknya telah dapat menerima Rancangan Qanun tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh untuk ditetapkan menjadi Qanun Aceh tentang APBA 2020.

“Dengan catatan apabila seluruh usul saran dan pendapat Fraksi Partai Aceh serta saran dan pendapat yang disampaikan oleh Badan Anggaran DPR Aceh disetujui oleh pemerintah Aceh,” kata Alfarlaki.

Catatan yang diberikan Partai Aceh di antaranya meminta dimasukkannya anggaran khusus untuk pengkajian dan pembelajaran kurikulum pendidikan yang berbasis muatan lokal seperti sejarah perdamaian Aceh dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh. Sementara itu Partai Aceh juga meminta agar pemerintah membangun museum Hasan Tiro.

Sidang paripurna tersebut dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Nova Iriansyah dalam sambutannya di penutupan sidang paripurna itu, mengharapkan dengan disetujuinya Raqan APBA itu bisa membawa perubahan bagi perwujudan perubahan di Aceh, serta pencapaian visi-misi pemerintah yang tertuang dalam RPJM.

Nova mengapresiasi jajaran anggota dewan khususnya anggota Badan Anggaran dan fraksi-fraksi yang telah menyampaikan pandangan akhirnya terkait Raqan APBA 2020. Ia mengatakan, begitu rancangan Qanun ini disetujui oleh Kemendagri dan kemudian disahkan menjadi Qanun oleh DPR Aceh, realisasi anggaran akan segera dilakukan untuk percepatan pembangunan di Aceh. “Harapan kita tidak ada hambatan non teknis di lapangan,” kata Nova.

Editor: Muhajir Juli

KOMENTAR FACEBOOK