Mahasiswa Minta Izin ‘Kuliah’ di DPRA, Ini Pesan Sang Dosen

Dr. Teuku Muttaqin Mansur

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebuah spanduk bertuliskan “26 September mahasiswa USK (Universitas Syiah Kuala-red) kuliah di DPRA” yang terpasang di perempatan lampu merah antara Fakultas Ekonomi dengan Gelanggang Mahasiswa Unsyiah di Darussalam sejak sore tadi tampak menarik perhatian. Kuliah yang dimaksud tak lain adalah aksi demo yang telah direncanakan oleh mahasiswa berlangsung esok hari, Kamis (26/9/2019) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Aksi ini untuk menyuarakan berbagai aspirasi rakyat terkait problematika sosial, lingkungan, hingga sistem pemerintahan yang dinilai tak berpihak pada publik.

Para mahasiswa pun ramai-ramai meminta izin pada sang dosen agar diberi izin untuk mengikuti “perkuliahan” luar biasa tersebut. Selain semangat yang membara, mereka sepertinya juga perlu “restu” dari sang dosen agar lebih nyaman saat berada di lapangan.

Hal ini diakui oleh salah satu dosen Fakultas Hukum Unsyiah, Dr Teuku Muttaqin Mansur. Secara khusus kata Teuku Muttaqin, ada beberapa komisaris leting (komting) yang mengirimkan pesan pada dirinya.

Sebagai dosen ia sama sekali tidak ingin menghalangi semangat para mahasiswanya untuk menyuarakan kepentingan publik. Namun kesempatan ini ia gunakan untuk menguji sikap kritis mahasiswanya itu dengan tak serta merta memberikan jawaban “iya”.

Ia ingin memastikan bahwa selaku intelektual, para mahasiswa tersebut harus memastikan sumber informasi yang benar terkait aksi yang akan mereka ikuti itu. Sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah PPKN dan mempelajari Ilmu Hukum, mereka harus dibiasakan memiliki argumentasi yang kuat atas sesuatu yang diyakini kebenarannya.

“Saya meminta mereka mengemukakan lima saja alasan mendasar mengapa mereka harus ikut aksi dan tidak ikut kuliah. Saya minta mereka berdiskusi dengan teman-temannya. Kalau alasannya tepat, mungkin akan saya pertimbangkan,” kata Teuku Muttaqien saat dikonfirmasi aceHTrend pada Rabu malam (25/9/2019).

Yang membuatnya senang, permintaan itu disahuti oleh para mahasiswa. Mereka pun lantas mengirimkan alasan-alasannya yang dinilai sangat masuk akal dan memahami akar permasalahannya sehingga muncul keinginan yang kuat untuk melakukan aksi.

“Intinya saya ingin memberikan pemahaman dan pembelajaran bahwa mahasiswa jangan asal-asalan ikut aksi. Harus tahu alasannya karena mereka ini seorang intelektual,” ujar Teuku Muttaqin saat dikonfirmasi aceHTrend, Rabu malam (25/9/2019).

Menariknya lagi, khusus untuk yang mata kuliah PPKN ia malah mengajak mahasiswanya untuk berdiskusi dalam perkuliahan selanjutnya terkait aksi yang akan mereka ikuti besok.

“Untuk pertemuan berikutnya kami akan membahas mengenai definisi demokrasi dan demokrasi pancasila. Demokrasi seperti apa yang mereka dapatkan dan bagaimana demokrasi yang diharapkan, serta aktualisasinya dalam bentuk apa saja, bagaimana, dan mengapa. Ini supaya aksi-aksi yang mereka ikuti itu juga bisa menjadi bahan diskusi yang menarik di kelas,” katanya.

Informasi yang diperoleh aceHTrend, setidaknya ada 15 organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa di Unsyiah yang akan melakukan Aksi Kutaradja Memanggil besok.[]

KOMENTAR FACEBOOK