Mengapa Bupati Bireuen Enggan Baca Teks Pidato?

ACEHTREND.COM,Bireuen- Bupati Bireuen H. Saifannur,S.Sos., dalam setiap pidatonya enggan membaca teks tertulis yang disiapkan oleh tim humas. Bila pun dibaca, seringkali tidak tuntas. Keengganan tersebut kerap menjadi guyonan di publik. Lalu, apa alasan lulusan sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) enam tahun itu?

Dalam sebuah bincang ringan di Green House aceHTend, Rabu (25/9/2019) Saifannur mengungkapkan alasan di balik keengganannya membaca utuh teks pidato yang disiapkan oleh humas.

Menurutnya, setiap kali berkesempatan pidato ia selalu memanfaatkan untuk menyampaikan harapan yang lahir dari lubuk hatinya. Untuk itulah dia merasa teks pidato hanya akan membuat apa yang ingin ia sampaikan menjadi terganggu.

“Teks pidato itu disiapkan tim humas. Tentu saja sangat formal. Saya merasa bahwa pidato yang demikian hanyalah formalitas saja. Saya ingin menyampaikan isi hati. Tentang harapan dan juga seruan. Pun demikian tetap saya padukan dengan kegiatan yang saya datangi, sehingga tersambung dengan tema kegiatan,” ujar Saifannur.

Dalam kesempatan tersebut, Saifannur mengatakan bahwa para ASN harus terus digugah kesadarannya, agar menjadikan pekerjaannya selaku aparatur negara sebagai pengabdian. Karena gaji yang diterima setiap bulan dari negara, merupakan imbalan atas beban kerja yang harus dilaksanakan.

“Untuk itulah, dalam setiap kesempatan saya selalu mengulang-ulang, PNS laki-laki jangan habiskan waktu di warung kopi dan PNS perempuan tidak sibuk selfie-selfie. Tugas mereka sangat banyak. Itu yang harus menjadi prioritas,” kata Saifannur. []

KOMENTAR FACEBOOK