Ini Empat Tugas Pokok Ketua Sementara DPRA

Dahlan Jamaluddin saat menyampaikan pidato pertamanya sebagai ketua sementara DPRA @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua sementara DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, mengatakan selaku ketua sementara lembaga legislatif dirinya mempunyai empat tugas pokok yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, yaitu memimpin rapat-rapat DPR Aceh, membentruk fraksi-fraksi, merancang dan membahas tata tertib DPR Aceh, dan memproses penetapan pimpinan DPR Aceh definitif.

Hal itu disampaikan Dahlan Jamaluddin dalam pidato pertamanya usai dilantik dan ditunjuk sebagai ketua sementara DPR Aceh, Senin (30/9/2019).

“Tugas ini akan kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab bersama wakil ketua sementara DPR Aceh Bang Dalimi,” ujar Dahlan.

Dalam kesempatan itu Dahlan juga menyampaikan, pemilu legislatif 2019 merupakan pemilu ketiga terlibatnya partai politik lokal di Aceh sebagai amanat dari MoU Helsinki yang telah berjalan selama 14 tahun. Ia mengajak semua pihak untuk merawat dan melaksanakan penguatan perdamaian Aceh sebagaimana tercantum dalam poin-poin komitmen Mou Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 silam.

“Tantangan lainnya kita dihadapkan pada masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik bulan Maret 2019 mencapai angka 15,32 persen, pengangguran mencapai angka 5,53 persen,” kata politisi Partai Aceh itu.

Selain itu kata Dahlan, masih tingginya ketergantungan pendapatan Pemerintah Aceh pada Pemerintah Pusat dengan tingkat ketergantungan mencapai 83,2 persen. Artinya, kemandirian anggaran pendapatan Pemerintah Aceh hanya 16,98 persen.

“Tantangan tersebut harus mampu kita formulasikan di dalam tugas  dan fungsi  DPR Aceh yang akan kita  laksanakan bersama di masa hadapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya lagi.

Ia meyakini semua tanggung jawab tersebut bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pihaknya juga meyakini, Pemerintah Aceh di bawah kemudi Plt Gubernur Nova Iriansyah akan menjaga hubungan baik dan harmonis demi rakyat Aceh yang telah memilih mereka.

“Selanjutnya kita juga berharap hubungan baik dan dukungan dari semua pihak baik forkopimda, partai politik nasional dan lokal, tokoh agama, tokoh adat, perguruan tinggi negeri dan swasta, OKP, ormas, LSM, para insan pers dan tentunya seluruh rakyat Aceh yang kita cintai,” ujarnya mengakhiri pidato tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK