Investasi di Aceh Semakin Mudah dengan Proses Registrasi Online

Pesona Pulau Banyak, salah satu aset Aceh Singkil di bidang pariwisata @ditjenpdt.kemendesa.go.id

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh terus melakukan upaya untuk mendorong laju investasi di Aceh. Salah satunya dengan mempermudah proses perizinan dari yang dulunya membutuhkan waktu berbulan-bulan, kini hanya butuh dua atau tiga hari dengan sistem online submission.

Dengan sistem registrasi online ini, bukan cuma hemat waktu, tetapi juga hemat biaya dan tenaga. DPMPTSP Aceh menyadari benar bila di era digital saat ini, fungsi teknologi tak bisa dikesampingkan lagi.

“Situs resmi DPMPTSP kita benahi semenarik dan seinformatif mungkin untuk memudahkan para investor di dalam dan luar negeri. Ini sangat menghemat tenaga dan memangkas dana tanpa harus berkunjung ke luar negeri untuk menarik investor,” tambah kata Kepala DPMPTSP Aceh, Aulia Sofyan.

Calon investor yang ingin berinvestasi di Aceh cukup mengunjungi laman dpmptsp.acehprov.go.id/ untuk melakukan proses registrasi. Dari halaman utama, ada banyak pilihan menu yang bisa diakses di antaranya menu online service yang terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Announcement, Form & Checklist, Online Registration, File Status of Applicant, E-Library, Data Request, dan Suggestion/Complaint.

Nah, bagi pengusaha yang ingin melakukan registrasi untuk usahanya, cukup klik tombol Online Registration yang akan mengalihkan ke halaman formulir. Di halaman ini pengusaha tersebut wajib mengisi semua informasi yang dibutuhkan seperti informasi pribadi dan informasi perusahaan. Setelah semua data dan file dilampirkan, tinggal submit.

Aulia mengatakan, saat ini iklim investasi di Aceh sudah cukup aman dan ini menjadi tantangan tersendiri untuk mempromosikan Aceh. Hal ini tak terlepas dari perjalanan konflik Aceh yang cukup panjang dan itu masih menjadi bayang-bayang buruk bagi masyarakat luar.

“Untuk menghilangkan citra ini, DPMPTSP terus berupaya keras meyakinkan publik terutama kepada para investor bahwa Aceh adalah tempat yang aman dan nyaman untuk berinvestasi,” tambahnya.

Melalui layanan berbasis online ini masyarakat khususnya para pelaku usaha juga bisa menyampaikan saran, kritikan, bahkan komplain bila dirasakan ada sesuatu yang kurang berkenan.

Selain faktor keamanan, tantangan lainnya yang menjadi tugas besar instansi tersebut adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya dunia investasi di Aceh. Selain terus melakukan sosialisasi yang masif melalui media sosial, pihaknya juga melakukan sosialiasi secara langsung terjun ke masyarakat.

“Kita juga akan sosialisasi ke kampus-kampus, sebab mahasiswa sepertinya masih sedikit edukasi mengenai hal ini (investasi),” katanya.

Saat ini sebanyak 20 terobosan dilakukan DPMPTSP di antaranya, tanda tangan digital menggunakan aplikasi Si Canti Cloud bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kemudian sistem perizinan yang cepat karena bisa diakses melalui sistem online di laman resmi DPMPTSP Aceh. Selanjutnya, menyatukan administratur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang sebelumnya ex officio (di luar kantor) DPMPTSP.

DPMPTSP juga menyediakan klinik perizinan di loket PTSP yang diharapkan menjadi tempat para investor memulai perizinan, bukan dengan memakai jasa calo (agen) sebab berpotensi Pungli serta dapat merugikan perusahaan penanam modal itu sendiri.

Selanjutnya, kerja sama dengan Polri dalama hal pengamanan investor dan perusahaan penanam modal serta kerjasama dengan berbagai lembaga yang berkaitan dengan dunia investasi. Kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan gerakan tanpa Pungli dan laporan investasi pertriwulan yang tepat waktu serta berbagai terobosan lainnya yang mampu meningkatkan investasi dan menghidupkan perekonomian di Aceh.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK