Victor Orban, PM Hungaria yang Anti Islam

Sandiaga Salahuddin Uno dan Victor Orban. PM Hungaria tersebut dikenal sebagai politisi Eropa yang anti terhadap Islam. Foto: @sandiuno

ACEHTREND.COM, Jakarta- Pengusaha asal Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno baru saja pulang dari Hungaria, dan melaporkan telah membangun sejumlah komitmen kerjasama dengan negara tersebut. Di sana dia bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria Victor Orban.

Dalam keterangannya di akun twitter-nya, Senin (30/9/2019), Sandiaga menyebutkan dia merasa bangga bisa bertemu dan berdiskusi dengan PM Hungaria tersebut.

“Sebuah kebanggaan bisa berdiskusi dengan tokoh-tokoh hebat seperti Perdana Menteri Hungaria, Orbán Viktor, dan Szőcs Géza, Penasehat Utama Perdana Menteri. Insya Allah kedepan, Indonesia dan Hungaria akan terus berkolaborasi dan bekerjasama, bukan hanya G2G tapi juga B2B.” demikian twit Sandiaga.

Lalu, siapakah Victor Orban? Dilansir oleh The Guardian.com, Minggu (18/2/2018) dalam sebuah pidato kenegaraan Viktor menyebutkan bahwa Hungaria merupakan negara Kristen yang menjadi benteng terakhir membendung islamisasi di Eropa.

Dalam pidato tersebut, Orbán berjanji membangun solidaritas pemerintahnya dengan orang-orang dan pemimpin Eropa Barat yang ingin menyelamatkan negara mereka dan budaya Kristen mereka.

Pada kesmepatan itu, Viktor juga menyebutkan kehadiran imigran yang dibuka jalannya oleh Eropa telah menghadirkan penurunan budaya Kristen dan hadirnya eskpansi Islam. Sementara itu, pemerintahannya telah mencegah dunia Islam yang datang dari Selatan dan telah membanjiri (Hungaria).

Media online Politico.eu, 1 Agustus 2018, Viktor menyebutkan bahwa Hungaria menutup pintu bagi hadirnya imigran (muslim). Menurut Viktor,
kebanyakan pengungsi datang ke Eropa bukan karena mereka melarikan diri dari kondisi berbahaya di rumah. Tetapi karena mereka ingin mengambil keuntungan dari peluang ekonomi.

“Tidak seharusnya mereka dianggap pengungsi, karena mereka banyak dan sebagai penjajah Muslim.”

Dalam mengusir para pengungsi dari Hongaria, Orbán menegaskan bahwa dia hanya mengikuti kehendak rakyatnya.

Sementara itu, pada kesmepatan lain, seperti dilansir oleh media Independen.co.uk, Kamis (9/1/2018) Viktor Orban menyebut pengungsi yang datang ke Eropa sebagai “penjajah Muslim”. Hal ini disampaikan dalam rangka membela negaranya yang menyatakan penolakan untuk ikut ambil bagian pada program penerimaan imigran yang diwacanakan oleh Uni Eropa.

Sebagai kritik reguler terhadap kebijakan pengungsi Uni Eropa, pemimpin partai Fidesz kanan-tengah telah lama menentang permintaan blok itu bahwa negaranya menerima hampir 1.300 pengungsi.

“Kami tidak melihat orang-orang ini sebagai pengungsi Muslim. Kami melihat mereka sebagai penjajah Muslim, ”katanya kepada tabloid Jerman Bild. “Misalnya, untuk tiba dari Suriah di Hongaria, Anda harus melintasi empat negara, yang semuanya tidak sekaya Jerman, tetapi stabil. Jadi mereka tidak berlari demi kehidupan mereka di sana.”

Editor: Muhajir

Baca juga:Sandiaga Uno Bangun Komitmen Kerjasama Dengan Tokoh Anti Islam di Hungaria

KOMENTAR FACEBOOK