Besuk Suami di Penjara, Wanita Asal Lamteuba Sembunyikan Ganja di Selangkangan

R (44) Perempuan asal Lamteuba, Aceh Besar, tertangkap membawa ganja ke Lapas Lambaro. Foto: aceHTrend/Taufan Mustafa.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Perempuan berinisial R (44) warga Lamteuba, Aceh Besar, Rabu (2/9/2019) tertangkap tangan ketika hendak memasukkan narkotika jenis ganja ke dalam Lapas Kelas II A Lambaro, Aceh Besar. Perempuan itu menyembunyikan ganja di selangkangannya.

kedatangan R bersama anaknya ke lapas tersebut, bertujuan membesuk suaminya yang dipenjara di sana. Ketika melalui pemeriksaan petugas, ditemukan yang ganjil di tubuhnya bagian bawah. Saat digeledah, ternyata R menyembunyikan ganja seberat 230 gram di selangkangannya. Keduanya kemudian ditahan oleh petugas dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kalapas kelas II A Lambaro, Ridha Ansari mengatakan, tertangkapnya R ketika harus melalui proses pemeriksaan badan, saat jatah berkunjung dibuka. Bukan hanya badan, setiap kali hendak membezuk petugas juga memeriksa makanan yang dibawa keluarga napi.

“Pada saat pemeriksaan badan pada seorang IRT yang ingin mengunjungi saminya yang sedang menjalani hukuman, petugas kami menemukan bungkusan di dalam selangkangannya, saat kita ambil ternyata ganja,” kata Ridha.

Suami R, dihukum 15 tahun penjara karena memperjualbelikan ganja. Foto: aceHTrend/Taufan Mustafa.

Ganja tersebut dibungkus dalam plastik. kepada petugas, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petani, mengaku bahwa ganja tersebut dipasok atas permintaan suaminya.

Dilihat dari ukuran barang bukti, Ridha menduga bila barang terlarang tersebut dipasok untuk digunakan oleh suami pelaku. Tapi dia juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan untuk diperjualbelikan.

Ridha juga mengatakan, suami R dipenjara selama 15 tahun karena mengedarkan ganja. Saat ini yang bersangkutan baru menjalani hukuman selama satu tahun.

Saat wartawan mencoba mewawancarai R. Perempuan tersebut menolak sembari menyembunyikan wajahnya di balik jilbab. Ia tidak menjawab apapun pertanyaan yang diajukan. Sesekali hanya menggeleng sembari terus menangis.

Editor: Muhajir Juli.