Manajemen Hermes Palace Akan Perketat Akses Tamu Hotel

General Manager Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Syafrial Munaz. @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Manajemen Hotel Hermes Palace Banda Aceh mendukung upaya jajaran Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh yang serius memberantas penyalahgunaan narkoba, khususnya di perhotelan. Pihaknya berjanji akan membenahi aturan yang lebih ketat bagi tamu hotel sehingga kejadian penggerebekan hotel tersebut karena ada tamu yang berpesta narkoba tidak terjadi lagi.

Hal itu disampaikan oleh General Manager Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Syafrial Munaz, saat dihubungi aceHTrend, Sabtu (5/10/2019).

“Peringatan bagi tamu hotel memang ada, besar lagi, diletakkan sejak di resepsionis besar (pengumumannya) dibuat, dekat lift juga besar lagi yang tingginya hingga 2 meter, dan di kamar juga ada,” kata Syahrial.

Dalam peringatan itu juga dicantumkan sanksi bagi yang kedapatan membawa narkoba dan pasangan nonmahram ke dalam kamar hotel.

“Sanksinya ada, para tamu saat di resepsionis kita ingatkan, aturannya begini, apabila kedapatan dengan sangat memohon maaf kita akan keluarkan secara paksa, cuman rata-rata menjawab iya, sama kayak durian kita tidak perkenankan masuk ke hotel,” kata Syahrial.

Menurutnya, ada juga kamar yang tidak boleh merokok, kalau kedapatan akan dikenakan denda. Sebenarnya kata Syahrial, para tamu sejak dari check in sudah diberi tahu perihal aturan tersebut walaupun sudah ada peringatan tertulis.

“Bila kedapatan menggunakan narkoba seperti kemarin, mau tidak mau kita keluarkan mereka, kita tidak bisa denda, karena belum ada aturan kalau misalnya narkobanya sekian denda sekian, kalau pidana itu ranah penegak hukum,” jelasnya.

Ke depan kata Syafrial, untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi pihaknya akan memperketat pengawasan dengan memasang keycard atau kunci lift.

“Artinya hanya orang yang memiliki kunci kamar yang bisa naik ke lantai tersebut, kedua saya lebih intens lagi untuk melihat ke CCTV flor by flor, ketiga secara langsung kita ingatkan saat check in, walaupun kadang-kadang mereka check in-nya tidak berdua, dia sendiri, tapi kita ingatkan, tolong jangan terima tamu nonmahram, seperti itu,” katanya.

Syafrial mengatakan, sesuai ketentuan manajemen hotel, dalam satu kamar hanya boleh dihuni oleh dua orang. Bila ada yang grup atau keluarga, harus memesan tempat tidur ekstra yang berbayar.

Perihal penggerebekan tersebut Syahrial mengaku tidak mengetahui ada penggerebekan di hotel tersebut karena kejadiannya dini hari.

“Kita tidak tau informasinya dari siapa, tiba-tiba malam itu ada penggerebekan gabungan, intinya kalau bagi saya itu sangat baik, artinya mereka (TNI/Polri) serius memerangi itu,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat anggota TNI bersama lima warga sipil ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan Pomdam Iskandar Muda Rabu dini hari (2/10/2019) pukul 00.10 WIB di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Untuk tersangka anggota TNI sedang menjalani proses penindakan di Pomdam, sementara warga sipil di antaranya satu pria dan lima wanita telah diserahkan ke Polda Aceh untuk diproses hukum.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK