Sahuti Soal Lahan, Kasek BRA: Harus Sampai Jadi, Hana Le Cah Rauh

Kepala Sekretariat BRA Syukri Yusuf

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Badan Reintegrasi Aceh (BRA) akan terus bergerak untuk merealisasikan tanah bagi mantan kombatan, tapol/napol, dan korban dampak konflik sesuai dengan surat arahan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait soal lahan pertanian.

“Kita secara bertahap akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi, pendataan, berkoordinasi dengan Satpel (Satuan Pelaksana BRA Kabupaten/Kota), dan melakukan pertemuan dengan para bupati,” kata Kepala Sekretariat BRA Syukri bin M Yusuf MA di Banda Aceh, Kamis (3/10/2019).

Saat ini katanya, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk merealisasikan lahan karena masalah tersebut merupakan poin penting dalam penyelesaian konflik yang pernah melanda Aceh.

“Ini penting, dan akan terus melakukan pembicaraan intensif dengan bupati/wali kota, terutama dengan bupati/walikota yang sudah merespons sejak awal,” ujar Syukri.

Syukri juga meminta tim yang sudah terbentuk bisa bekerja cepat, pembicaraan dilakukan jangan dari awal lagi, tetapi sudah harus sampai jadi.

Hana le cah rauh. Tim harus bekerja sampai selesai, sampai ada penyerahan sertifikat,” jelas Kasek BRA.

Tidak hanya itu, Syukri menyebut bantuan untuk pemberdayaan ekonomi juga akan diberikan dalam bentuk alat usaha, namun akan diatur polanya.

“Ibaratnya tidak diberi ikan tetapi diberi pancing. Supaya penerima terlatih untuk bisa mengembangkan usahanya,” kata Syukri.

Namun, lanjut Syukri, bagi yang sudah tidak mampu bekerja, semisal cacat atau sakit ini akan diberi bantuan yang tentu langsung bisa dimanfaatkan.

“Bagi yang cacat dan sakit, tentu harus ada keterangan resmi dari geuchik atau pihak terkait lainnya,” demikian kata Syukri bin M Yusuf MA.[](adv)

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK