Wali Kota Banda Aceh Diminta Tegas Terkait Kejadian di Hotel Hermes

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) menilai kejadian penangkapan empat oknum anggota TNI bersama lima perempuan, atas dugaan pesta narkotika pada Rabu dini hari (2/10/2019) di Hotel Hermes Palace Banda Aceh telah mencoreng penegakan syariat Islam di Aceh.

“Kami memandang, bahwa kejadian tersebut, dapat diduga ada dua perbuatan yang dilakukan. Pertama, terjadinya kumpul bersama (bukan mahram) dalam satu kamar hotel dan kedua, adanya penyalahgunaan narkotika, yang mana kedua perbuatan tersebut dilakukan di Hotel Hermes,” ujar Kadiv Monitoring dan Advokasi AJMI Dedy Zulwansyah, kepada aceHTrend melalui keterangan tertulis, Sabtu malam (5/10/2019).

Dalam hal ini kata Dedy, sudah sepatutnya pemerintah kota dalam hal ini Wali Kota Banda Aceh perlu segera bertindak tegas.

“Kami mendesak Wali Kota Banda Aceh untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran mengenai izin perhotelan di Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh harus segera memanggil hotel yang melanggar syariat Islam, dan hotel serta penginapan yang tidak memiliki izin di Kota Banda Aceh,” katanya.

Dalam melakukan evaluasi perizinan perhotelan dan penginapan yang ada di Kota Banda Aceh, wali kota juga diminta melibatkan ulama dan ormas/lembaga yang mendukung penegakan syariat Islam di Banda Aceh.

“Hal ini supaya semua kompenen yang mendukung penegakan syariat Islam di Banda Aceh dapat memberikan masukan, bagaimana perizinan perhotelan dan penginapan yang bersyariat serta mencari solusi bersama dalam menyelesaikan hotel dan penginapan yang tidak menjalankan syariat Islam,” kata Dedy.

“Dan kami sangat yakin, warga Kota Banda Aceh sedang menunggu kebijaksanaan dan ketegasan wali kota untuk mengevaluasi hotel yang tidak menerapkan syariat Islam, mencabut izin (tidak memperpanjang izinnya) atau melakukan evaluasi izin yang ketat berdasarkan syariat Islam,” kata dia lagi.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK