KNPI Pusat Dukung Pangdam IM Tindak Prajurit Pengguna Narkoba di Hermes

Fuad Hadi (kanan). Ketua DPP KNPI Bidang Perlindungan Anak. (ist)

ACEHTREND.COM, Jakarta- DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memberikan dukungan kepada Panglima Kodam Iskandar Muda, menindak tegas prajurit TNI yang ditangkap oleh Pomdam IM di Hotel Hermes Palace, bersama sejumlah oknum polisi dan perempuan muda. Mereka tertangkap sedang melakukan pesta sabu-sabu, Rabu (2/910/2019) dinihari.

Ketua DPP KNPI Bidang Perlindungan Anak Fuad Hadi, SH., Senin (7/10/2019) mengatakan langkah tegas pihak Kodam IM melalui Pomdam-nya, patut diberikan apresiasi dan dukungan. Itu menandakan dalam penegakan hukum, Pangdam IM Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, tidak tebang pilih.

“Narkoba merupakan sebuah kejahatan yang sudah menyusup hingga ke semua elemen masyarakat dan lintas profesi. Sehingga butuh komitmen kuat untuk memberantasnya. Penangkapan sejumlah oknum TNI di Hermes Palace oleh petugas dari Pomdam IM, merupakan bukti nyata bila Pangdam IM memiliki komitmen memberantas narkoba,” ujar Fuad Hadi.

Ia juga mengatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat merajalela di Indonesia. Permasalaan narkoba di negeri ini masih merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan.

“Hampir semua kalangan masyarakat menggunakan narkoba. Mulai dari public figure, bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum di negeri ini. Menurut data yang diterima oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah korban yang disebabkan oleh narkoba ini meningkat hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya.”

Fuad juga mengatakan, terkait keempat oknum TNI yang ditangkap yaitu Serka A, Praka B, Letkol AH, dan Kopda N. yang merupakan oknum TNI AD, DPP KNPI meminta kepada KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa untuk memberikan tindakan yang keras sesuai dengan hukum militer.

“Saat ini publik sedang menunggu perkembangan proses hukumnya. Apakah mereka akan dihukum, atau bagaimana,” ujar Fuad.

KOMENTAR FACEBOOK