Masyarakat Dewantara Desak PT PIM Hibahkan Limbah Besi Eks PT AFF

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Ratusan masyarakat Aceh Utara yang tergabung dalam Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) dan beberapa mahasiswa serta elemen masyarakat sipil lainnya menggelar aksi di depan pintu utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Krueng Geukuh, Senin (7/10/2019).

Dalam aksi tersebut massa mendesak PT PIM untuk menghibahkan limbah scrap (besi tua) eks PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) kepada masyarakat Kecamatan Dewantara melalui Forpemda sebesar 25 persen dari hasil penjualan.

Pantauan di lokasi aksi tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Lhokseuamwe.

Koordinator aksi, Musliadi Salidan, dalam orasinya menyampaikan, aksi ini dilakukan karena dinilai tidak ada tindak lanjut dari audensi yang sudah dilakukan Forpemda dengan pihak PT PIM.

“Jadi kedatangan kami ke sini ingin menjumpai langsung dengan direksi perusahaan langsung,” katanya

Selain itu, lanjut Musliadi, mereka meminta proses penerimaan tenaga kerja harus memprioritaskan masyarakat lingkungan perusahaan yang berasal dari 15 gampong di Kecamatan Dewantara. Segala aktivitas yang berkaitan dengan PT PIM dan eks PT AAF juga diminta harus melibatkan Ketua Karang Taruna di Dewantara dalam perencanaan, pembahasan, pengalokasian, dan pengelolaan dana CSR PT PIM.

Pihaknyan juga meminta untuk diberikan kompensasi kepada masyarakat Dewantara akibat limbah cair berdirinya PT PIM dan PT AAF yang berimbas pada kesehatan masyarakat. Hal ini terkait dengan kepatuhan pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang memuat asas strict liability (tanggung jawab mutlak).

Massa juga meminta aset perumahan eks-PT AAF yang pernah dihibahkan kepada Pemkab Aceh Utara agar dihibahkan untuk masyarakat 12 gampong binaan eks PT AAF.

“Sebelum poin petisi ini direalisasikan, segala aktivitas yang terlibat mengenai limbah scrap eks PT AAF harus dihentikan,” tegasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK