BPBA Gelar Simulasi Evakuasi Bencana untuk Siswa di Baitussalam

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ratusan siswa dan guru SMPN 1 Baitussalam Aceh Besar mengikuti simulasi evakuasi mandiri gempa dan tsunami yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Selasa (8/10/2019).

Dalam simulasi tersebut para siswa dan guru terlihat sangat antusias mengikuti serangkaian simulasi yang diawali dengan suara sirine. Setelah itu mereka langsung bergerak mengambil posisi menyusup di bawah meja untuk menghindari reruntuhan bangunan.

Selanjutnya para siswa keluar dari ruangan dengan menutupi kepala menggunakan tas masing-masing dan berkumpul di halaman sekolah, sebelum mencari tempat yang lebih aman dari bencana gempa dan tsunami.

Beberapa siswa terlihat pingsan karena kelelahan saat simulasi dilakukan, sehingga harus digotong oleh beberapa temannya dan petugas, kemudian langsung diberikan penanganan oleh guru dan petugas PMI.

Salah satu siswa yang berperan sebagai tim medis, Cahaya Firda Aulia mengatakan, simulasi tersebut sangat menyenangkan, saat korban berjatuhan ia langsung memberikan pengobatan kepada korban.

“Saya berperan sebagai anggota kesehatan, saat sirene dibunyikan kami menyelamatkan diri ke bawah meja, lalu berlarian ke halaman sekolah, kemudian melakukan pengobatan untuk teman-teman yang terbentur meja,” katanya.

Menurutnya, sebelum acara hari ini juga sempat dilakukan simulasi beberapa kali, sehingga sudah dapat menguasai cara untuk memberikan pertolongan kepada korban.

“Kami sudah sempat latihan sebelumnya, yang dibimbing oleh pembina dari PMI, jadi sebelum acara hari ini kami sudah belajar semuanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi BPBA, Fazli mengatakan, simulasi tersebut merupakan acara puncak, yang sebelumnya telah digelar beberapa rangkaian acara lainnya.

“Sebelumnya ada workshop, ada FGD, kemudian gladi bersih, hari ini adalah puncak acaranya, kita berharap dengan simulasi ini, dapat meningkatkan kesiapsiagaan daripada petugas dan warga sekolah,” kata Fazil.

Ia menambahkan, ketika terjadi bencana saat proses belajar, maka warga sekolah harus mampu melakukan evakuasi seperti ini.

“Dengan simulasi ini warga sekolah tau apa yang harus dilakukan, ke mana dia harus mengevakuasi diri, selain itu lokasi yang dipilih hari ini merupakan kawasan yang rawan terjadi bencana gempa dan tsunami, sehingga kita sangat berharap, warga sekolah ini bisa memahami apa peran dan tugas mereka,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK