Mualem: Komnas HAM Tak Paham MoU Helsinki

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sejumlah mantan elite GAM bertandang ke kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (8/10/2019). Mereka yang hadir di antaranya Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, Ketua KPA/PA, Muzakir Manaf alias Mualem, dan Wakil Ketua KPA/PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak.

Kepada aceHTrend, Abu Razak mengatakan, pertemuan itu hanya sebatas silaturahim. Hal ini mengingat masa jabatan Jusuf Kalla sebagai Wapres tinggal beberapa hari lagi.

“Hanya silaturahim biasa mengingat masa jabatan Pak JK tinggal beberapa hari lagi. Apalagi jasa Pak JK terhadap Aceh banyak sekali, salah satunya sebagai konseptor di balik perdamaian Aceh,” ujar Abu Razak.

Dalam kunjungan itu, mantan elite GAM juga meminta dukungan dan peran aktif JK untuk memperjuangkan segala hal-hal yang berkenaan dengan kekhususan Aceh.

“Kami juga mau Pak JK turut berkonstribusi aktif terhadap butir-butir perjanjian MoU Helsinki yang masih terganjal di Pemerintah pusat,” ujar Abu Razak.

Dalam kunjungan itu, Mualem juga turut melaporkan kepada JK terkait pemanggilan dirinya oleh Komnas HAM. Dalam pertemuan itu, Mualem mempertanyakan kenapa Komnas HAM baru hari ini memanggilnya setelah 14 tahun perdamaian Aceh.

Baca: Mualem Dipanggil Komnas HAM, Jubir PA: Tak Ada yang Luar Biasa

“Apa Komnas HAM masih belum paham isi-isi perjanjian MoU Helsinki? Komnas HAM jangan menggiring opini negatif sehingga semakin membuat stabilitas dan keamanan di Aceh semakin terganggu. Coba pelajari dulu isi perjanjian MoU Helsinki secara baik dan teliti karena sesudah perjanjian damai diteken pada 15 Agustus 2005, semua sayap militer GAM dibubarkan dan sekaligus mendapat amnesti internasional,” ujar Mualem.

“Tugas kami dan seluruh elemen masyarakat Aceh adalah menjaga dan sekaligus merawat perdamaian ini agar tetap hakiki sehingga bisa dirasakan generasi Aceh masa depan,” tambah Mualem lagi.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK