Kenali Tiga Gejala Depresi Berikut Ini

Ilustrasi

Depresi merupakan masalah yang kerap terjadi pada seseorang, tapi karena minimnya pengetahuan banyak yang tidak menyadarinya. Jika dibiarkan tanpa ada penanganan segera, maka tidak menutup kemungkinan akan berisiko mengalami gangguan jiwa dan bunuh diri.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Agung Frijanto sebagaimana dikutip dari berita Kemenkes RI (7/10/2019), apabila depresi seseorang tidak tertangani, maka akan meningkatkan risiko bunuh diri. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan bila ada anggota keluarga yang mengalami gejala depresi.

Menurut dr. Agung Frijanto gejala depresi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu afek, kognitif, dan fisik. Gejala depresi pada afek dapat ditandai dengan sedih, hilangnya minat, iritabilitas (mudah terangsang), apatis (acuh tak acuh), anhedonia (tidak adanya rasa senang), tidak bertenaga, tidak mempunyai semangat, isolasi sosial, dan ansietas (cemas).

Gejala depresi pada kognitif dapat dicirikan dengan rendah diri, konsentrasi menurun, daya ingat menurun, ragu-ragu, merasa bersalah, dan mempunyai pikiran bunuh diri. Sedangkan gejala pada fisik dapat dilihat dari menurunnya nafsu makan, gangguan tidur, fatigue (tidak bertenaga), dan hasrat seksual menurun bagi yang sudah menikah.

Bila mengalami gejala-gejala tersebut, hendaklah segera mencari pertolongan dengan mendatangi puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya seperti klinik psikolog. Dalam sistem rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kata dr. Agung bisa mendatangi rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa yang ada pada setiap daerah.

Di Aceh, layanan psikolog dan psikiater dapat dijumpai di poli gabungan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUD ZA) Banda Aceh. Namun, untuk mendapatkan pelayanan ini harus ada rujukan dari puskesmas sebagai syarat untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit umum.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK