Dua Tahun Kepemimpinan Ramli-Banta Dinilai Tak Sesuai Harapan

Bupati Aceh Barat, Ramli MS.

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Hari ini, tepat dua tahun usia kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Ramli MS-Banta Puteh Syam (Ramli-Banta), sejak dilantik 10 Oktober 2017 lalu.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menilai, kinerja Ramli-Banta dalam masa kepemimpinan selama ini masih banyak yang harus dibenahi.

Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, menyebutkan ada tiga sektor yang jauh dari harapan masyarakat, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, dan pertanahan. Tiga sektor tersebut dinilai YARA sering mendapatkan pengaduan masyarakat.

Hamdani, kepada wartawan di Meulaboh, Kamis (10/10/2019) mengungkapkan, selama dua tahun ini ada beberapa persoalan pokok yang sangat urgen atau darurat untuk segera diperbaiki menyangkut pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pertanahan.

Kata Hamdani, persoalan menyangkut tiga layanan publik tersebut bukannya terbenah semakin baik, namun malah semakin buruk dari sebelumnya. Di antaranya Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien turun kelas atau tipe rumah sakit tersebut dari B turun ke C.

Turunnya tipe rumah sakit itu berdasarkan surat rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit penilaian ulang terhadap 615 rumah sakit, dengan nomor surat YR.05.01/III/3787/20119. YARA menilai turunnya tipe rumah sakit menunjukkan ketidakmampuan pimpinan daerah dalam membawa perubahan di tingkat pelayanan kesehatan rumah sakit.

“Ini berdampak pada pelayanan. Karena akibat turunnya tipe yang pertama pendapatan rumah sakit menurun dari klaim BPJS, akibatnya sudah pasti jasa medis akan terjadi penyesuaian,” kata Hamdani.

Tidak hanya itu, akibat turunnnya tipe rumah sakit mengakibatkan 30 persen Tenaga Harian Lepas (THL) kemungkinan akan dikurangi. Saat ini jumlah THL di rumah sakit itu sekitar seribu lebih dengan pengurangan tiga puluh persen maka ratusan tenaga kesehatan terancam dirumahkan. Jika keputusan ini dilaksakan manajemen rumah sakit, maka secara tidak langsung pemerintahan Ramli-Banta bukannya berhasil mengurangi pengangguran justru menambah angka pengangguran.

YARA berharap pemerintah daerah juga serius membenahi Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat yang setahun terakhir menjadi sorotan masyarakat. Mulai dari kasus OTT hingga persoalan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang sempat heboh dan berujung pada pelaporan guru ke polisi.

“Semoga ke depannya Bupati Ramli MS memprioritaskan penuntasan polemik yang telah terjadi tersebut,” ujarnya.

Persoalan tanah yang saat ini sangat mendesak dan harus menjadi fokus dalam penyelesaian adalah sengketa lahan, antara masyarakat dengan pemda maupun pihak lainnya di Kecamatan Meureubo terutama yang di kawasan Ujong Tanoh Darat.

“Kita juga meminta kepada Pemkab Aceh Barat untuk menuntaskan berbagai persoalan lahan, karena sejauh ini masih ada warga yang belum menerima ganti rugi atas pembebasan lahan. Saya melihat jika ini tidak segera diselesaikan akan menjadi bom waktu bagi pemerintah. Persoalan ini harus segera diatasi sebelum terjadinya konflik antara warga dengan pemkab, terutama lahan di sekitaran kampus,” ungkapnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK