Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun Ini Promosikan Pencegahan Bunuh Diri

Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS). Pada tahun ini tema yang diangkat ialah Mental Health Promotion and Suicide Prevention, artinya promosi kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Prof. Budi Anna Keliat dalam siaran video facebook-nya (9/10/2019), ada empat hal yang dapat dilakukan seseorang dalam mempromosikan kesehatan jiwa pribadinya.

Pertama, gali potensi yang terdapat pada diri dan gunakan semaksimal mungkin. Kedua, manajemen stres terhadap kondisi sehari-hari kehidupan kita. Ketiga, Bekerja produktif dan jangan sia-siakan waktu yang ada. Terakhir, berguna bagi orang lain.

Prof Budi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar sehat jiwa dengan melakukan promosi tersebut. Selain itu, ia juga menekankan supaya masyarakat menggunakan pelayanan kesehatan jiwa yang ada di puskesmas, bagi kelurahan agar mengembangkan desa siaga sehat jiwa untuk membentuk masyarakat yang sehat jiwa.

Sebagaimana diketahui bahwa masalah kesehatan jiwa menjadi hal prioritas yang perlu diperhatikan, terlebih tingginya angka depresi mengakibatkan seseorang berperilaku bunuh diri. Alasan ini pula organisasi kesehatan dunia Word Health Organization (WHO) tahun ini mengangkat tema pencegahan bunuh diri sebagai tema peringatan HKJS ke-27.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, sebagaimana dikutip dari berita Kemenkes RI (7/10/2019) mengatakan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir perilaku bunuh diri karena depresi telah mencapai angka yang kritis.

Secara global WHO menyebutkan lebih dari 800.000 orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik bunuh diri.

“Namun, di Indonesia sendiri belum ada angka prevalensi nasional. Menurut penelitian dikatakan bahwa angka bunuh diri di kota Jakarta pada tahun 1995-2004 mencapai 5,8/100.000 penduduk. Begitu pun laporan dari WHO di tahun 2010 menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8% per 100.000 jiwa,” ucap dr. Anung.

Program pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sektor kesehatan di antaranya meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan kader dalam bentuk deteksi dini, intervensi krisis, dan manajemen gangguan jiwa. Mengembangan klinik sehat jiwa di puskesmas, pelatihan kader, serta pengembangan Posyandu Lansia Plus.

Siapa pun bisa mengalami kondisi depresi dan bahkan perilaku bunuh diri. Oleh karena itu, marilah melakukan berbagai upaya pencegahan seperti yang telah disampaikan Prof Budi. Gunakan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah agar masyarakat Indonesia sehat jiwa. Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK