Jembatan Gantung di Aceh Selatan Putus, Lima Warga Luka-luka

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Jembatan gantung yang menghubungkan antara Gampong Subarang dengan Gampong Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan putus hingga tidak bisa dilalui oleh warga. Akibat kejadian tersebut, lima warga dilaporkan mengalami luka-luka.

“Semuanya lima orang mengalami luka-luka akibat putusnya jembatan ini. Di antaranya dua orang anak PAUD, tiga orangnya lagi orang dewasa, kelimanya warga Gampong Subarang,” kata Keuchik Subarang, Dedy Hermanda, di lokasi kejadian, Kamis (10/10/2019).

Dedy menjelaskan, kelima korban tersebut sudah dievakuasi ke RSUD Yulidin Awai Tapaktuan untuk mendapat perawatan intensif.

“Mareka jatuh ke dasar sungai saat lagi melintasi jembatan. Kala itu mereka sedang mengantar anak mereka ke PAUD,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Samadua, Suhaimi Salihin mengatakan, jembatan gantung penghubung dua gampong itu merupakan jalur transportasi utama masyarakat yang menghubungkan Gampong Subarang dan Madat. Maka dirinya berharap agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

Ia mengatakan, jembatan gantung itu dibangun pada tahun 1991 dengan panjang 100 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Selama ini, kondisi jembatan tersebut memang sudah termakan usia. Kawat seling dan kayu pengikat lantai bangunan tersebut juga sudah rapuh sehingga putus.

“Kita harap Pemerintah Aceh dan Aceh Selatan segara membangun jembatan yang permanen. Menurut ketarangan warga jembatan itu sudah lama tidak mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Adapun kelima warga Gampong Subarang yang menjadi korban luka-luka atas insiden putus jembatan itu antara lain, Herma (45), bersama anaknya Fakrul (5), Sarida Yani (40) bersama anaknya Helsatipa (5), dan Laila Wati (50). Kelimanya merupakan warga Gampong  Subarang, Samadua, Kabupaten Aceh Selatan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK