Tak Ada Guru yang Masuk Kelas, Siswa SMA 2 Pulo Aceh Pulang

Hasil Investigasi Ombudsman RI Perwakilan Aceh

SMA Negeri 2 Pulo Aceh, Aceh Besar, terlihat kosong melompong. Karena tidak adanya guru yang datang untuk mengajar, para siswa berjumlah 88 orang memilih pulang. Foto: Dok Ombudsman Aceh.

ACEHTREND.COM, Pulo Aceh- Seperti negeri tak bertuan, demikianlah potret Pulo Aceh, sebuah kepulauan yang berada di bawah Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Para siswa SMA Negeri 2 Pulo Aceh terpaksa harus pulang, karena tak seorang guru pun datang untuk mengajar. Padahal 13 orang tenaga kependidikan di sana berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Demikian hasil temuan investasi tim Ombdusman RI Perwakilan Aceh, Rabu (9/10/2019) ketika berkunjung ke sekolah yang didirikan oleh pemerintah untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwadin Husen, Kamis (10/10/2019) kepada aceHTrend mengatakan, pada Rabu pagi pihaknya mengunjungi SMA 2 Pulo Aceh yang sering dikeluhkan oleh warga setempat. Ketika tim Ombudsman tiba di sana, kepala sekolah berikut 13 guru berstatus PNS, tidak satupun berada di sana. Para siswa yang berjumlah 88 orang, akhirnya memilih pulang.

“Ketika kami tiba di sana pada pukul 11.00 WIB, tidak seorang guru pun di sana. Kepala sekolah juga tidak ada. Anak-anak tak seorang pun berada di dalam kelas. Sebagian sudah pulang. Tak ada yang mengajari mereka di dalam kelas,” kata Taqwadin dengan nada prihatin.

Padahal, tambah Taqwadin, SMA 2 Pulo Aceh merupakan lembaga pendidikan menengah milik negara yang menjadi tempat belajarnya anak-anak bangsa yang berasal dari 12 gampong di Pulo Breuh dan Kepulauan Aceh, Aceh Besar.

Temuan Ombudsman yang dipimpin oleh kepala tim Asisten Rudi Ismawan didampingo oleh Muammar dan Abdul Muluk, yang melakukan investasi pada 8 sampai 9 Oktober 2019, menambah catatan buruk pelayanan aparatur negara di Pulo Aceh.

Selama ini, kata Taqwadin, warga di sana kerap menyampaikan keluhan tentang buruknya pelayanan publik di kepulauan yang berada di bawah administrasi Aceh Besar.

Seorang Asisten Ombudsman Aceh berdiri di depan kelas SMA 2 Pulo Aceh yang kosong melompong, Rabu (10/10/2019). 13 orang guru PNS tidak datang menjalankan tugasnya. Foto: Dok. Ombudsman Aceh.

Dari hasil wawancara mereka di lapangan dengans ejumlah pihak, para guru yang berstatus PNS di sana, jarang sekali datang. Padahal negara sudah menyediakan rumah dinas di sana.

“Para tokoh menginginkan anak-anak mereka dididik dengan baik. Tapi, justru guru yang tidak menjalankan tugasnya. Padahal semua fasilitas sudah disediakan,” ujar Taqwadin.

Terkait dengan hasil investigasi tersebut, Dr Taqwaddin selaku perwakilan lembaga negara yang berfungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di Aceh, menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya terhadap kondisi pelayanan publik di pulau tersebut.

“Saya sangat prihatin dan kecewa atas pelayanan seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan sampaikan hasil investigasi ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan juga ke Bupati Aceh Besar. Hasil investigasi ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Aceh dan juga Pemerintah Kabupaten Aceh Besar,” Pungkas Kepala Perwakilan Ombudsman RI di Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK