Cross Check Guru Tak Mengajar, Disdik Aceh Turunkan Tim ke SMA 2 Pulo Aceh

ACEHTREND.COM,Banda Aceh—Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA, turunkan tim monitoring guru sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) ke Pulo Aceh, Aceh Besar, hari ini, Jumat (11/10). Hal itu disampaikan Rachmat melalui telepon selulernya untuk menanggapi temuan tidak ada guru di SMA 2 Pulo Aceh.

Sebelumnya media ini memberitakan hasil investigasi Tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh, bertajuk “Tak Ada Guru yang Masuk Kelas, Siswa SMA 2 Pulo Aceh Pulang”, Kamis 10/10). Menurut Ombudsman, siswa terpaksa pulang, karena tak satu pun guru mengajar. Padahal, ada 13 tenaga kependidikan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sana.

Bagi Rachmat Fitri, temuan Ombudsman tersebut merupakan informasi awal yang penting. Karena itu, katanya, disikapi dengan menurunkan tim Disdik Aceh untuk melakukan verifikasi lapangan.

“Temuan Ombudsman merupakan informasi awal yang penting, tapi perlu dilakukan cross check oleh Tim Monitoring Disdik Aceh,” katanya, Jumat (12/10/2019).

Baca Juga: Tak Ada Guru yang Masuk Kelas, Siswa SMA 2 Pulo Aceh Pulang

Sebab, lanjut Rachmat, di SMA 2 Pulo Aceh saat ini masih tercatat 12 guru PNS, seorang kepala sekolah, enam tenaga non PNS, dan satu orang tenaga bakti. Disdik Aceh juga menyediakan rumah guru supaya mereka menetap di Pulo Aceh untuk menjalankan tugasnya dengan baik, dan bertanggung jawab, katanya.

Tim monitoring yang ditugaskan Racmat ke Pulo Aceh terdiri dari Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Zulkifli, S.Pd, M.Pd, Kepala Cabang Disdik Wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, Dra. Lila Rosnilawati, dan Pengawas Pembina, Ir Baharuddin, M.Pd. Mereka akan verifikasi data Ombudsman di SMA 2 Pulo Aceh, dan memonitor kondisi SMA/SLTA lainnya di pulau terluar Aceh itu.

Juanda Djamal: Kasus SMA 2 Pulo Aceh Harus Jadi Perhatian Bersama

Mereka juga ditugaskan melakukan observasi proses belajar-mengajar, disiplin siswa, guru, juga tentang kondisi sarana SLTA di sana. Sebab, lanjut Rachmat, kebersihan, kerapian, estetika, dan hijaunya lingkungan sekolah, merupakan bagian dari pendidikan yang digalakkan Pemerintah Aceh, dengan gerakan ‘BEREH’.

“Hasil verifikasi lapangan menjadi dasar bagi tindakan korektif yang akan dilakukan Disdik Aceh,” pungkas Rachmat, yang sedang dinas di Kawasan Pantai Barat-Selatan, Aceh, untuk mensosialisasikan gerakan ‘BEREH’ (bersih, rapi, estetis, dan hijau) itu.

KOMENTAR FACEBOOK