Pijay Peringkat Empat Termiskin se-Aceh, SJW Kritik Pengadaan Mobil Mewah untuk Pejabat

Tgk Miswar Ibrahim Njong

ACEHTREND.COM, Meureudeu- Pengadaan mobil mewah untuk kendaraan dinas para pimpinan daerah di Pidie Jaya menuai kritik dari Social Justice Warrior (SJW) Sentral Aktivis Dayah Aceh (SADaR). Menurut mereka, dengan peringkat Pijay di posisi empat sebagai daerah termiskin di Aceh, menunjukkan para pemimpin di sana tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Sekjend SADaR, Miswar Ibrahim Njong, dalam rilisnya kepada aceHTrend, Jumat (12/10/2019) mengatakan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, pada September 2019, Pijay duduk di rangking empat sebagai daerah termiskin di Aceh.

“Hasil ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang lagi-lagi menempatkan Pidie Jaya sebagai salah satu di antara 5 kabupaten miskin di Aceh. Berdasarkan fakta ini, berarti selama bertahun-tahun, tidak terlihat adanya upaya serius Pemkab Pidie Jaya untuk menangani persoalan akut ini,” ujar Miswar.

Alih-alih melahirkan program-program strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Pemkab Pidie Jaya baru-baru ini malah menganggarkan dana senilai 5.59 milyar yang bersumber dari APBK setempat untuk pengadaan mobil mewah sebagai kendaraan dinas pimpinan Pemkab Pidie Jaya. Dengan rincian; satu unit mobil Toyota Alphard senilai 1.29 Milyar untuk bupati, Toyota Vellfire senilai 1.25 milyar untuk wakil bupati, 3 unit Mitsubishi Pajero Sport untuk masing-masing pimpinan DPRK dan 3 unit Toyota Innova serta 1 unit Mitsubishi Expander, termasuk satu unit untuk Ketua MPU Pijay.

Terkait proyek pengadaan mobil dinas baru ini, Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) menganggap Pemkab Pidie Jaya sudah putus urat malu. “Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terlunta-lunta, Pemkab Pidie Jaya seharusnya malu menggunakan dana negara yang luar biasa besar itu hanya untuk membeli mobil dinas mewah. Ini menunjukkan tidak adanya kepedulian Pemkab Pidie Jaya terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang susah.”

Oleh karena itu, SADaR meminta Pemkab Pidie Jaya menghentikan pengadaan mobil dinas yang tidak rasional tersebut. Ini demi rasa kemanusiaan terhadap kondisi masyarakat yang tengah luntang-lantung. Dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Baca berita sebelumnya:
Bupati Pijay Dapat Alphard untuk Mobil Dinas

KOMENTAR FACEBOOK