H. Subarni: Bireuen Lahir Karena Perjuangan Masyarakat Gampong

ACEHTREND.COM,Bireuen- Lahirnya Kabupaten Bireuen pada tahun 1999, tidak terlepas dari sumbangan dana yang tidak sedikit dari keuchik dan masyarakat di gampong dari Samalanga hingga Geurugok.

Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh pendiri Bireuen H. Subarni A. Gani, Sabtu (12/10/2019) pada Rapat Paripurna Istimewa DPRK Bireuen Dalam Rangka HUT ke-20 Kabupaten Bireuen.

Dalam pidato sambutannya, Subarni yang kala itu sebagai bendahara pembentukan Bireuen, sumbangan masyarakat mencapai 70 %, 30 lainnya ditanggung renteng oleh seluruh pengusaha asal dan di Bireuen.

“70 % dana perjuangan pembentukan Bireuen dari masyarakat. Setiap kampung memberikan. 30 % berasal dari sumbangan pengusaha. Tidak ada pengusaha memberikan mutlak. Maka, kehadiran Bireuen harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali,” ujar Subarni.

Untuk itu, dia meminta Pemkab Bireuen bekerja keras memakmurkan rakyat. Rakyat tidak mau tahu bagaiamana caranya, yang penting mereka harus merasakan dampak positif kabupaten ini.

“Bagaimana air sampai ke sawah, itu bukan urusan petani, tapi urusan pemerintah. Seluruh rakyat harus merasakan dampak hadirnya Bireuen. Termasuk kontraktor.”

Ia pun mengatakan, sejak dulu kontraktor Bireuen sudah mampu melakukan hal-hal besar, termasuk ikut terlibat dalam pembangunan pabrik PT Arun, AAF, PIM dan sebagainya. Untuk itu, Pemerintah Bireuen harus merangkul para kontraktor agar sama-sama ikut membangun daerah ini.

Di akhir sambutannya, H. Subarni menyarakankan Bupati Bireuen untuk membuka ruang dialog dengan semua elemen setiap setahun sekali. Akan banyak ide yang akan didapatkan dengan adanya kegiatan tersebut.

“Bupati, setahun sekali kumpulkan tokoh-tokoh masyarakat. Agar tidak terkesan daerah ini milik bupati saja. Semua masyarakat harus merasa memiliki. Karena 70 persen dana masyarakat ketika dibangun. Berikan hak me-ung kepada semua elemen, agar kecintaan dan rasa memiliki tumbuh lebih besar.”

KOMENTAR FACEBOOK