Bank Aceh Akan Evaluasi Kebutuhan Kantor Kas di Pulo Aceh

Muslim AR @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah akan segera mengevaluasi sejauh mana kebutuhan masyarakat Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar terhadap kehadiran Bank Aceh di sana. Hasilnya akan menjadi program dalam rencana kerja Bank Aceh tahun 2020. Pihaknya juga akan terus menindaklanjuti permohonan hadirnya bank pelat merah itu di Pulo Aceh.

Hal itu disampaikan Korporat Sekretaris Bank Aceh Syariah, Muslim AR, saat dihubungi aceHTrend, Senin (14/10/2019).

“Semua masukan masyarakat untuk perkembangan bank dan kepentingan rakyat, ya kita sahuti. Namun ini kan masih permohonan, sehingga nanti tim kita akan melakukan evaluasi, akan menyusun drafnya, baru kita masukkan ke dalam program kerja Bank Aceh tahun 2020,” kata Muslim AR.

Menurutnya, semua butuh proses. Namun pihaknya akan segera merencanakan pendirian kantor cabang Bank Aceh di Pulo Aceh tersebut dalam program kerja Bank Aceh tahun 2020 nanti, setelah itu baru meminta persetujuan dari pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Terkait kebutuhan mendesak dari masyarakat, dari sisi satu arah itukan diawali permintaan kantor di Pulo Aceh, kemudian nanti bank akan mengevaluasi, sebesar mana kebutuhan masyarakatnya, prosedurnya bagaimana, berdasarkan hasil penilaian itu nanti, kita rencananakan di dalam rencanan kerja tahun 2020,” katanya.

Sebelumnya kata dia, memang belum pernah ada layanan Bank Aceh di Pulo Aceh, hanya tersedia di beberapa pulau yang padat penduduk saja seperti Simeulu.

“Makanya nanti perlu dievaluasi, sejauh mana pertumbuhannya ke depan, jangan nanti setelah kita buka hanya untuk kepentingan satu sisi saja, seperti di koran hari ini, lebih kepada penyaluran dana bantuan saja, nanti kalau memang sifatnya temporer, ya bisa saja kita buka secepatnya seperti payment point, mobile card, jadi kapan butuhnya kita ke sana,” jelasnya.

Intinya, lanjut Muslim, nanti akan dievaluasi lagi, sejauh mana kepentingan perkembangan Bank Aceh sendiri, nanti baru diambil hasil penilaiannya untuk diprogramkan dalam rencana kerja pada tahun mendatang.

“Itu tidak bisa dilakukan terburu-buru, hari ini diminta besok langsung dibuka, kan tidak bisa seperti itu, mesti perlu kita penuhi dulu persyaratannya, yang dipersyaratkan oleh OJK,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kunjungan tim kerja Ombudsman RI Perwakilan Aceh ke Kecamatan Pulo Aceh pada Rabu (9/10/2019) lalu tidak disia-siakan oleh warga Pulo Aceh. Selain persoalan pendidikan, masyarakat Pulo Aceh juga mengadukan perihal akses pada lembaga keuangan dalam hal ini Bank Aceh selaku bank pelat merah yang belum beroperasi di kecamatan itu.

Tidak adanya Bank Aceh mengakibatkan para warga yang menerima dana bantuan sosial dalam program keluarga harapan (PKH) dan penerima beasiswa miskin, beasiswa aneuk nelayan, dan dana desa harus berlayar menyeberang pulau untuk menarik dana tersebut, sehingga sangat tidak efesien.

Keluhan tidak adanya akses layanan bank juga dialami masyarakat perbatasan di Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, saat ini sangat membutuhkan kehadiran bank di wilayah mereka. Selama ini bila mereka ingin melakukan transaksi keuangan terpaksa harus pergi ke kecamatan tetangga di Kecamatan Simpang Kanan atau Kecamatan Gunung Meriah yang sangat jauh.

“Bank sangat penting bagi warga Danau Paris dan sekitarnya. Kalau warga perlu dengan bank, sangat susah. Warga harus pergi terlebih dahulu ke kecamatan tetangga, ke Lipat Kajang atau Gunung Meriah yang jaraknya lumayan jauh,” kata salah satu warga setempat, Ustaz Maruli Tumangger, kepada aceHTrend, Senin (14/10/2019).[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK