Oknum Sipir yang Selundupkan 20 Kg Sabu di Langsa Dipecat

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkum HAM) Aceh, Lilik Sujandi, akan menindak tegas oknum sipir Langsa yang menyelundupkan nNarkotika ke Aceh beberapa waktu lalu.

“Terkait dengan penangkapan petugas kami yang ada di Lapas Kelas II B Langsa, di mana penangkapannya di rumah pelaku ditangkap bersama istri dan sudah diamankan pihak BNN bersama barang bukti. Tentu kami merasa kecewa dengan petugas kami, untuk itu kami mangambil langkah tegas dan terbuka kepada penyidik, kemudian kami segera memberhentikan pelaku, karena sudah tidak dapat lagi melaksanakan tugas, dan setelah ada putusan inkrah akan dilakukan pemecatan,” kata Lilik Sujandi saat konferensi pers di Kantor Kemenkum HAM Aceh di Banda Aceh, Senin (14/10/2019). 

Menurutnya, oknum berinisial D tersebut katanya akan segera diberikan sanksi pemberhentian sementara sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Saat ini D menjadi tanggung jawab BNN Pusat dan ditahan oleh pihak BNN Pusat di Jakarta.

Lilik juga mengatakan, bila dilihat dari barang bukti yang mencapai 20 kilogram, D tidak mungkin melakukannya sendirian.

“Kami akan sangat terbuka sehingga dari jumlah barang bukti sebanyak itu tidak mungkin pelaku melakukan sendiri, bisa saja dengan orang lain dari luar, bisa saja,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (7/10/2019), BNN Pusat menangkap seorang petugas lembaga pemasyarakatan berinisial D yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa dan istrinya NM, di rumahnya di daerah Langsa.

“Dari pengakuannya bahwa ada barang di rumah tersangka tersebut. Selanjutnya tim BNN membawa D ke rumahnya di daerah Idi Rayeuk, pada hari yang sama, tim BNN langsung melakukan pengepungan rumahnya,” sebut Lilik.

Ia menambahkan, dari pengakuan istrinya akhirnya pada pukul 12.50 WIB ditunjukkan tempat penyimpanan sabu yang berada di sebelah lemari dapur rumahnya dan berhasil diamankan 19 bungkus ukuran satu kiloan yang diduga narkotika jenis sabu. Selanjutnya istri D juga menunjukkan narkotika diduga jenis sabu juga yang disimpan di dalam lemari dapurnya yaitu sebanyak satu bungkus ukuran sedang.

“Informasi sejauh ini bahwa petugas dan warga binaan pemasyarakatan tidak turut serta dalam penyelundupan dan pengedaran sabu tersebut,” jelasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK