Penyandang Tunanetra Abdya Dapat Bantuan Fasilitas Usaha Pijat

Bupati Akmal Ibrahim saat melakukan pengecekan fasilitas pijat bagi tunanetra. @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim menyebutkan, penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai pengemis merupakan realita yang tidak dapat dihindari karena keterbatasan yang mereka miliki, serta kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas mereka.

Persoalan itu menyebabkan penyandang tunanetra belum dapat berpartisipasi dalam dunia kerja yang lebih profesional. Hal ini tentunya mengakibatkan posisi tunanetra semakin terpuruk.

Melihat fenomena tersebut, kata Akmal, Pemkab Abdya melalui Dinas Sosial sebagai penanggung jawab dan pengurus disabilitas memiliki peran dan fungsi memberikan pembinaan bagi penyandang disabilitas di kabupaten setempat.


Untuk mewujudkan fungsinya tersebut, dinas sosial terus melakukan upaya pembinaan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas melalui program dan kegiatan pelatihan berbasis usaha ekonomi produktif.

“Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, Pemkab Abdya memberikan bimbingan dan pelatihan serta memberikan fasilitas yang mendukung bagi penyandang tunanetra. Di antaranya, kita memberikan kursi pijat, matras, kipas angin, dan juga kita sewakan toko selama satu tahun untuk usahanya. Fasilitas ini semua bisa digunakan bagi masing-masing pribadi tuna netra untuk kelancaran dalam melakukan aktivitas pekerjaan mereka,” ungkap Akmal Ibrahim, saat memberikan sambutan dalam acara pelatihan pijat tunanetra dan penyeraha alat bantu disabilitas yang bertempat di Rumah Pijat Refleksi Tunanetra, Gampong Pante Perak, Susoh, Abdya, Selasa (15/10/2019).

Akmal mengatakan, penyandang tunanetra adalah manusia yang memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia normal lainnya. Sehingga menjadi peminta-minta merupakan salah satu cara halal untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Maka pelatihan pijat bagi penyandang tunanetra ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dasar, keahlian, keterampilan, serta profesionalismenya untuk mewujudkan tunanetra yang mandiri guna meningkatnya kesejahteraan ekonominya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata Akmal, juga sesuai dengan misi dari Pemerintah Kabupaten Abdya yang tercantum dalam RPJM 2017-2022 yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui pemenuhan kebutuhan sosial dan terwujudnya peningkatan kesejahteraan sosial melalui pelayanan sosial yang berkualitas dengan perluasan partisipasi aktif masyarakat.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan perhatian kita bersama terhadap para tunanetra yang ada di daerah kita, sebagai upaya sadar kita dalam mewujudkan tunanetra yang mandiri dan memiliki kemampuan dalam usaha pijat, sehingga ke depan seluruh tunanetra  di Abdya dapat mandiri secara ekonomi,” pungkas Akmal.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK