Solar Langka, Nelayan di Lhokseumawe Sudah Sebulan Tidak Melaut

Solar langka nelayan Lhokseumawe tidak melaut (Foto: aceHTrend/Mulyadi)

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe– Sebagian besar nelayan di Lhokseumawe tidak dapat melaut sejak sebulan lalu pasca terjadi kelangkaan solar di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pusong, Kota Lhokseumawe.

“Sudah satu bulan nelayan tidak bisa melaut dikarenakan kelangkaan bahan bakar solar untuk kapal di TPI Pusong,” kata seorang nelayan, Nasrudin kepada awak media, Kamis (17/10/2019).

Ia mengungkapkan para nelayan ada yang sudah tidak melaut selama 15 hari, bahkan sudah sebulan, karena kelangkaan solar dan berakibat mengalami kerugian karena harus membayar anak buah kapal (abk) yang bekerja di kapal.

Lanjutnya, biasanya kami saat pulang melaut bisa membawa ikan sampai 80 fiber, namun karena tidak melaut jelas kami merugi dan sulit memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia menjelaskan untuk bisa kembali melaut pihaknya terpaksa menunggu bahan bakar solar tersebut, nanti kumpulkan sedikit demi sedikit jika sudah terkumpul dan sudah cukup, baru kami mencari ikan kembali.

“Akibat kelangkaan solar, dalam satu kapal nelayan ada 40 ABK (anak laut), maka itu mereka terpaksa harus berhenti melaut dan tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari,”katanya.

Lanjutnya, jadi ada ribuan nelayan yang menganggur dan berefek langsung kepada ekonomi keluarga mereka, bahkan ada yang harus hutang sana sini demi menutupi kebutuhan keluarga setiap harinya.

Ia menambahkan untuk menunggu adanya solusi terkait masalah dihadapi nelayan, maka waktu itu dimanfaatkan untuk memperbaiki boat dan memperbaiki pukat.

“Kami berharap pemerintah agar segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung keadaan para nelayan dan segera mencari solusi, jika harga bahan bakar solar mahal kami tidak bisa mengimbangi dengan harga iklan yang sedikit murah dan langka juga saat ini,”pungkasnya.[]

Editor: Irwan Saputra