Dosen Unsyiah Inisiasi Pohon Kuda-kuda untuk Budi Daya Buah Naga

ACEHTREND.COM, Banda Aceh –  Tanaman kuda-kuda (Lannea coromandelica) merupakan salah satu tanaman yang sangat baik beradaptasi pada kondisi lahan tandus dan kering. Di Provinsi Aceh, tanaman ini bayak ditanam sebagai pagar di sekitar rumah atau kebun, banyak juga yang tumbuh liar di lahan-lahan tidur atau di pinggir jalan.

Di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar khususnya di Gampong Ladong, merupakan salah satu sentra penghasil tanaman kuda-kuda, bahkan sudah dikirim ke luar Provinsi Aceh. Bagi masyarakat Gampong Ladong, tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai pendapatan tambahan karena permintaannya yang semakin meningkat. 

Karakteristik tanaman yang lentur tapi kokoh dan sangat cepat tumbuh menjadikan tanaman ini sangat berpotensi sebagai tiang hidup dalam budi daya buah naga. Dalam budi daya buah naga sangat dibutuhkan tiang panjatan sebagai media untuk mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Dalam budi daya tanaman buah naga selama ini, tiang panjatan umumnya terbuat dari beton, akan tetapi biaya yang butuhkan relatif mahal dan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk persiapan tiang beton sampai siap dipancangkan di kebun.

Aplikasi tanaman kuda-kuda dalam budi daya tanaman buah naga yang dilakukan di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar terbukti dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga.  Sebanyak 120 tanaman naga telah memperlihatkan pertumbuhan yang baik yang ditandai dengan kemunculan tunas baru.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan salah satu implementasi dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Syiah Kuala, Dr Ir Alfizar, DAA.

“Potensi tanaman kuda-kuda yang sangat melimpah dan tumbuh sangat subur di Gampong Ladong merupakan potensi gampong yang harus dimanfaatkan sehingga dapat menjadi pendapatan tambahan masyarakat,” ujarnya kepada aceHTrend, Jumat malam (18/10/2019).

Rekannya, Dr Syaukani, SSi MSc menambahkan, tanaman buah naga yang tumbuh pada tiang panjatan hidup (seperti tanaman kuda-kuda) menghasilkan sejumlah keunggulan dalam rasa, tampilan, serta ukuran buah.

“Di samping itu, tanaman buah naga tersebut tetap dapat bertahan hidup dalam kondisi kemarau yang panjang karena masih mendapat suplai air dan nutrisi melalui akar menembus kulit batang kuda-kuda.

Salah seorang warga Gampong Ladong, Toro, yang terlibat dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa penggunaan tanaman kuda-kuda dalam budi daya buah naga merupakan pengalaman pertama dan mendapatkan banyak pengetahuan dan keahlian dari program pemberdayaan ini.

Geusyik Gampong Ladong, Gapi Pudin, mengharapkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengangkat potensi gampong seperti ini supaya lebih sering dilaksanakan di masyarakat.

“Mengingat Gampong Ladong merupakan salah satu gampong yang cukup subur dan telah dikenal luas dalam sejarah Aceh, sebagai salah satu sentra penghasil lada di masa lalu,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin