MPR & Istana Bantah Libatkan Dukun Amankan Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Ki sabdo, paranormal yang mengaku mampu menggalang kekuatan dedemit untuk mengamankan pelantikan Presiden dan wakil Presiden RI Jokowi-Ma'ruf. Pada 2014 ia juga yang meramal bila Prabowo-Hatta akan memenangkan kontestasi. Kala itu dia siap ditembak bila ramalannya keliru.

ACEHTREND.COM, Jakarta- Sekretaris Jenderal MPR Maruf Cahyono mengatakan, tidak pernah mengundang atau menyewa paranormal alias dukun untuk persiapan atau gladi bersih pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin.

“Enggak ada, perencanaannya enggak itu ya,” ujar Maruf, Sabtu (19/10/2019).

Ia juga belum tahu siapa yang mengundang paranormal yang viral di media sosial karena melakukan ritual di gedung MPR.

Justru dia mau mencari tahu mengapa orang tersebut bisa datang ke gedung MPR/DPR/DPD.

“Justru itu kenapa harus dicari tahu kenapa dia ke sana,” ujar Maruf.

Menurut Sekjen MPR itu, paranormal tersebut sama seperti orang biasa yang datang berkunjung dan berbuat sesuatu di MPR. Kegiatannya tersebut menurut Sekjen MPR adalah sesuatu yang tak terduga.

Menurut dia, MPR tidak pernah mengundang seseorang untuk melakukan ritual khusus sebelum pelantikan.

Meski demikian, MPR tidak merasa terganggu dengan kehadiran orang yang mengaku paranormal tersebut.

Pihak Istana Tak Libatkan Dukun

Pihak Istana Kepresidenan mengaku tak memerintahkan dukun untuk mengamankan pelantikan Jokowi.

“Bukan arahan dari Istana,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan di hari terakhir lembaga Kantor Staf Presiden semalam.

Dilihat di video viral, Ki Sabdo melakukan ritual di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen RI. Segala nama lelembut dia sebutkan, yakni Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan, dan lain-lain. Semua itu dia panggil untuk mengamankan pelantikan Jokowi-Ma’ruf pada Minggu (20/10/2019) besok. Tentu saja klaim tentang jin itu tidak bisa dibuktikan. Terlepas dari kebenaran klaim itu, peristiwa kebudayaan semacam yang dilakoni Ki Sabdo itu lazim dijumpai.

“Bagi kami itu adalah ekspresi dari kegembiraan yang harus kita berikan apresiasi dan terima kasih,” kata Ngabalin.

Ngabalin mengaku menjumpai hal serupa di tiga kota berbeda di Pulau Jawa. Dia menganggap itu adalah khas budaya Jawa, bahkan secara umum tiap-tiap suku di Indonesia punya kepercayaan yang mengandung aspek magis.”Di beberapa tempat juga dilakukan hal serupa, di Jogja juga, saya mendapat telepon ada juga dari Solo yang melakukan hal itu, di Bandung juga begitu,” ujarnya.

Siapa Ki Sabdo?

Pada Jumat (18/10/2019) Ki Sabdo, seorang paranormal, melakukan ritual khusus di kompleks MPR. Ia mengaku sedang melakukan upaya pengumpulan kekuatan gaib untuk menjaga keamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Ritual penggalangan dukungan makhluk bunian dan segala jenis jin asal Indonesia oleh dukun itu, direkam seseorang.

“Saya lagi ritual terakhir di gedung DPR ini, gladi bersih gitu, jadi aku udah ngecek tetua saya di sini, dari Ratu Roro Kidul terus jin kayangan dan lain-lain sudah ada di dalam maupun sekitarnya, jadi untuk mengamankan tanggal 20 pelantikan Joko Widodo,” kata Ki Sabdo dalam video tersebut.

Kehadiran Sabdo dengan ritualnya itu mengundang beragam tanggapan. Berbagai opini yang tidak jelas penulisnya, pun dibuat. Banyak yang menggiring seakan-akan kehadiran Sabdo atas keinginan Joko Widodo agar pelantiaknnya dijaga oleh bangsa dedemit.

Lalu siapa Ki Sabdo? Pada Jumat, 13 Juni 2014, pria yang sama yang melakukan ritual di DPR pada tahun 2019 itu rupanya pernah menyambangi Rumah Polonia. Di tahun itu Rumah Polonia merupakan rumah pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dalam Pemilu 2014.

Saat itu Ki Sabdo memperkenalkan diri sebagai Ki Sabdo Jagad Royo. Dia mengaku sebagai ahli supranatural independen. Ketika itu Ki Sabdo menyampaikan ramalannya yaitu Prabowo akan menjadi presiden.

“Apabila pernyataan saya salah, saya siap menerima sanksi pidana kurungan dan tembak mati di tempat dan yang melakukan eksekusi tersebut Prabowo Subianto sendiri, bukan orang lain,” kata Ki Sabdo di panggung deklarasi Rumah Polonia saat itu.[]

Sumber: Antara, detik, Sinar Harapan.

KOMENTAR FACEBOOK