Mahasiswa Unimal Diskusikan Penerapan Hukum tentang Kekerasan Seksual pada Anak

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) mendiskusikan penerapan hukum terhadap pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Diskusi ini berlangsung di Pantai Rancong, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Sabtu (19/10/2019).

Ketua Panitia, Arwan Syahputra mengatakan diskusi ini merupakan agenda rutin organisasi untuk menyoroti berbagai persoalan hukum terkini yang terjadi di Aceh.

“Dalam diskusi ini kita angkat terkait perdebatan dan perbedaan pendapat soal wewenang dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak di Aceh,” katanya.

Arwan menjelaskan, diskusi ini dilaksanakan karena adanya perbedaan pendapat dari kalangan NGO/LBH di Aceh dan juga penegak hukum soal penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang mana UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah mengatur soal itu.

“Namun pada dasarnya Aceh memiliki kewenangan khusus dalam penyelesaian ini yang tercantum di dalam Qanun Jinayat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIMATN, Reza Fahlevi mengungkapkan bahwa pada dasarnya diskusi ini adalah rutinitas organisasi yang perlu terus dihidupkan.

“Saya harap kepada pengurus kedepan agar terus kompak, dan mengadakan diskusi seperti ini, karena anak HTN itu dikenal dengan sering berdiskusi soal isu hukum terkini,” ujarnya.

Sedangkan, alumni Fakultas Hukum Unimal, Muhaddir menilai, dalam Qanun Jinayat juga tercantum teks yang berbunyi, “selama qanun ini mengatur soal kekerasan seksual, maka tidak bisa menggunakan aturan yang lain”.

Karena Aceh memiliki wewenang khusus untuk mengatur daerah dari segi ekonomi, sosial, pendidikan, bahkan hukum, sesuai amanah Undang Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Makanya kasus yang baru-baru ini di daerah Lhokseumawe tentang kekerasan seksual terhadap anak itu menggunakan Qanun Jinayat dan sekarang perkara itu diadili di Mahkamah Syariah Lhokseumawe,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK