Jokowi Perkenalkan Kabinet Baru Hari Ini

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengenalkan kabinet baru pada Senin (21/10/2019) hari ini. Begitu janji Jokowi yang membuat publik masih harus menantikan misteri kabinet 2.0 terkuak.

“Besok [hari ini] kita akan kenalkan dahulu Menteri-menteri. Nanti dikenalkan pagi,” ungkap Jokowi di Istana Negara, Minggu (20/10/2019).

Meski demikian, bukan berarti usai pengenalan kabinet baru, prosesi pelantikan langsung dilaksanakan. Jokowi hanya memastikan, pelantikan dilakukan usai nama-nama pembantunya dirilis.

“Dikenalkan dulu. Kemudian dilantik. Ya kalau sudah dikenalkan pasti dilantik. […] Bisa Senin, Selasa, atau Rabu,” tegas Jokowi.

Menurutnya, akan ada perubahan nomenklatur dari Kementerian. Jokowi meminta awak media untuk sabar menunggu sampai ada pengumuman resmi.

“Ada [perubahan nomenklatur]. Tapi yang sabar,” terangnya.

Ia memberikan sinyal kuat bahwa menteri dari kalangan partai politik berjumlah sekitar 16 orang. Hal tersebut juga dikemukakan Jokowi sebelum berangkat ke gedung MPR untuk mengikuti prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Ya kurang lebih [menteri dari partai politik 16 orang]. Saya belum ngitung. Kurang lebih,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi tak merinci dari partai mana saja yang dipilih untuk mengisi posisi menteri, termasuk kalangan oposisi seperti Demokrat maupun Gerindra.

“Besok [hari ini] dilihat,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa penyusunan kabinet sudah rampung, tinggal diumumkan saja.

Terpisah, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menyebut akan banyak perubahan di nomenklatur kali ini.

“Ada beberapa nomenklatur seperti nomenklatur ada lembaga dan badan,” ungkap Ngabalin saat dijumpai di gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).

Ia memberi tahu, porsi wakil menteri kemungkinan lebih banyak. Alasannya, karena ada beberapa kementerian dan lembaga dalam kerja teknis harus dilakukan oleh wakil menteri.

“Periode kedua ini akan lebih komplit, presiden sangat konsen terhadap masukan,” jelasnya.

Hanya saja, ia tak membuka soal jumlah wakil menteri yang akan bertambah. Mengenai unsur yang lebih komplit, Ngabalin menjelaskan termasuk di dalamnya unsur-unsur partai politik pendukung.

“Dalam sistem presidensial menjadi bagian yang tidak terpisahkan, cuma memang presiden mengharapkan tingkat kompetensi yang menduduki pos-pos itu adalah mereka yang punya kemampuan, dan yang terpenting itu punya keberanian untuk sampaikan ke publik apa yang sudah dikerjakan.”

Ngabalin menegaskan, bukan artinya unsur parpol akan lebih banyak ketimbang profesional. Unsur-unsur yang dipilih adalah profesional dari kampus, politisi yang miliki latar keilmuan yang cukup, pengalaman, dan keberanian.

Nomenklatur, kata Ngabalin, pastinya diubah Jokowi berdasar sejumlah usulan dan masukan yang diterima kepadanya. “Saya percaya bahwa kabinet hari ini memenuhi unsur geopolitik termasuk kalangan kampus, profesional, milenial, sehingga periode ini lebih sempurna dan komplit.”[] Sumber : CNBC

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK