Penemuan Bunga Bangkai Hebohkan Warga Abdya


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Petani asal Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rafli, menemukan bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium dengan tinggi diperkirakan hingga mencapai satu meter.
Berdasarkan informasi yang diperoleh aceHTrend, bunga bangkai tersebut awalnya ditemukan Rafli pada, Minggu (20/10/2019) di daerah Gunung Lubok Teumanggong, Gampong Babahlung, Kecamatan Blangpidie, sekira pukul 18.30 WIB.

Mantan Geuchik Gampong Babahlung, Tgk Fhakrijal, Selasa (22/10/2019) mengatakan, pegunungan Lubok Teumanggong tersebut merupakan kawasan  lahan kebun masyarakat yang berjarak sekitar tiga kilometer dari irigasi Krueng Susoh di Kuta Tinggi.

“Saya mengetahui adanya temuan bunga bangkai itu setelah melihat fotonya pada akun media sosial milik Rafli, yang diunggahnya, Senin (21/10/201)). Jadi, kapan ditemukan saya belum tahu,” ujar Tgk Fhakrijal.

Menurut Fhakrijal, untuk menuju lokasi bunga bangkai di kawasan kebun masyarakat di pegunungan Lubok Teumanggong tidak begitu mudah, sebab dari jalan produksi harus melintasi lagi tebing-tebing curam karena keberadaannya dalam kawasan semak belukar.

“Medannya agak sudah untuk kita tempuh, sebab banyak tebing-tebing curam,” jelasnya.

Sementara itu, Rafli saat dihubungi awak media menjelaskan, penemuan bunga bangkai tersebut, pada Minggu (20/10/3019) saat ia ke kebun.

“Bunga itu saya temukan hari Minggu di lahan kebun masyarakat yang sudah tumbuh semak belukar. Kebun tersebut bersebelahan dengan kebun saya,” ujarnya.

Saat itu, tambah Rafli, Ia bersama dengan seorang temannya sedang beraktivitas di kebun. Tiba-tiba, katanya, ia mencium aroma busuk yang saat itu dikira bau bangkai.

“Saat itu saya bersama dengan seorang teman sedang beraktivitas di kebun, tiba-tiba kami mencium aroma seperti aroma bangkai binatang mati. Saya penasaran lalu saya mengajak teman untuk menuluri aroma busuk itu,” jelasnya.

Setelah melakukan penulusuran, akhirnya, ia bersama temannya menemukan bunga yang tumbuh setinggi hampir satu meter di tanah miring di kebun milik masyarakat lain yang berdekatan dengan kebun miliknya.

“Jadi kebetulan hari Minggu itu saya tidak bawa HP, dan waktu pun sudah hampir memasuki magrib, jadi terpaksa kami harus pulang. Maka pada hari Senin saya bersama anak saya balik lagi ke kebun itu untuk mengambil foto untuk dukumentasi, karena bunga itu jarang kita temui, kecuali lihat di media sosial,” pungkas Rafli.

Atas penemuan tersebut, kini masyarakat Abdya heboh memposting bunga itu dijejaring sosial, baik di halaman Facebook, grup WhatsApp dan jejaring sosial media lainnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK