Korban Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas di Aceh Turun 38 Persen

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengendara meninggal dunia di Provinsi Aceh selama tahun 2017 dan 2018 mengalami penurunan hingga mencapai 38 persen.

Hal itu diketahui berdasarkan data dari hasil Razia Zebra Rencong pada tahun 2017 dan 2018 di wilayah hukum Polisi Daerah (Polda) Aceh yang disampaikan Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK, saat membacakan amanat Polda Aceh Drs Rio S Djambak dalam Apel Gelar Pasukan OPS Zebra Rencong Tahun 2019 di Mapolres Abdya, Rabu (23/10/2019).

Basori mengatakan, angka kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tahun 2017 mencapai 24 orang dan tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 15 orang. Tentunya, kejadian ini mengalami penurunan mencapai 38 persen.

Selain itu, tambah Basori, selama pelaksanaan Operasi Zebra Rencong tahun 2018 juga terdapat 12.759 kasus pelanggaraan, yang diselesaikan dengan tilang sebanyak 10.887 kasus dan teguran sebanyak 1.872 kasus.

“Kita juga berharap angka tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Tingginya angka kecelakaan, sebut Basori, sangat berkorelasi terhadap jumlah fatalitas korban, baik korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sambungnya, perlu dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkan situasi Kamsel Tibcarlantas.

“Keselamatan dalam berlalu lintas menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam pengembangan transportasi negeri kita saat ini, hal ini dapat dilihat dengan adanya penyempurnaan berbagai rumusan peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan keselamatan,” katanya.

Hal itu, tambahnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Resolusi PBB tentang Decade of Action dan dijabarkan melalui Kepres Nomor 4 tahun 2011 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas (Runk), serta Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Tentunya, sambung Basori, rumusan-rumusan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah yang bertujuan mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, dan kelancaran, serta ketertiban berlalu lintas.

Kemudian, tambahnya, juga untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, baru kemudian membangun budaya yang tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Poin-poin tersebut merupakan hal yang kompleks dan tidak dapat ditangani oleh pihak kepolisian saja. Namun juga diperlukan sinergisitas antara pemangku kepentingan dalam menemukan akar masalah dan menentukan solusi penyelesaian secara tuntas dan menyeluruh,” paparnya.

Di akhir sambutan, Basori menyebutkan, apel gelar pasukan yang dilaksanakan dalam rangka mengawali pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2019 bertujuan ntuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya guna mendukung pelaksanaan operasi yang akan dimulai pada hari ini hingga 5 September 2019 di seluruh jajaran Polda Aceh.

“Kita juga berharap, operasi ini berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan target serta sasaran yang telah ditetapkan. Operasi ini juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan Kamsel Tibcarlantas di Provinsi Aceh,” pungkas Basori.[]

Editor : Ihan Nurdin